Memasuki Peralihan Musim, BPBD Cianjur Imbau Warga Waspasdai Tanah Gerak dan Longsor

BERITACIANJUR.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur mewaspadai potensi bencana pergeseran tanah dan longsor saat memasuki peralihan musim kemarau menuju musim hujan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur, Samudra Wira Purnama, mengatakan kondisi tanah yang mengalami retakan saat musim kemarau dapat meningkatkan risiko longsor ketika hujan mulai turun.

“Terkait pergeseran tanah, ketika memasuki musim kemarau banyak tanah yang pecah-pecah. Ketika memasuki musim hujam, akhirnya bisa mengakibatkan longsor,” ujar Sambudra kepada beritacianjur.com, Jumat (25/9/2026).

Menurutnya, pergerakan atau pergesaran tanah juga sudah terjadi cukup lama di beberapa kecamatan di Kabupaten Cianjur.

Menanggapi hal itu, BPBD memantau seluruh 32 kecamatan yang memiliki potensi bahaya pergerakan tanah atau longsor saat musim hujan, terutama wilayah Cianjur selatan yang selama ini sering terjadi bencana longsor.

“Semua 32 kecamatan kita pantau karena menyimpan potensi bahaya longsor saat musim hujan, terutama yang sering terjadi di wilayah Cianjur selatan,” jelasnya.

Samudra mengimbau masyarakat khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, untuk memerhatikan kondisi lingkungan sekitar sehingga potensi bencana dapat diantisipasi lebih awal.

Ia juga meminta masyarakat tidak menebang pohon di lahan yang seharusnya dijaga karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya longsor.

“Untuk daerah yang rawan longsor, senantiasa memerhatikan lingkungan sekitar agar bisa mengantisipasinya” tuturnya.

Sementara itu, terkait wilayah yang mengalami kondisi pergerakan tanah dan sudah tidak memungkinkan untuk ditempati, Samudra menyebut warga perlu segera berpindah atau direlokasi sesuai kondisi wilayah tersebut.(zal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *