Pilkades Serentak Cianjur Diwarnai Antrean Membeludak hingga Sejumlah Pemilih Pingsan

BERITACIANJUR.COM – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Cianjur diwarnai sejumlah kejadian, mulai dari membeludaknya jumlah pemilih, warga tak jadi memilih karena antrean panjang, hingga sejumlah pemilih jatuh pingsan setelah berdesakan di tengah cuaca panas.

Pada Minggu (8/11/2026) pagi, terdapat 47 desa yang tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Cianjur, yang melaksanakan pilkades dengan sistem pemungutan suara digital menggunakan perangkat tablet dan printer di TPS.

Di sejumlah desa, antusiasme warga yang ingin menggunakan hak pilihnya terasa di tempat pemungutan suara. Sejak pagi, warga terlihat berdesak-desakkan dalam antrean ke bilik pemungutan suara.

Selain membuat petugas kewalahan mengatur alur berjalan untuk para pemilih, sejumlah warga yang berdesakan di tengah cuaca panas juga jatuh pingsan. Bahkan, ada warga yang membatalkan untuk menyalurkan hak pilihnya karena lelah harus antre panjang.

Kondisi tersebut salah satunya terjadi di Desa Mekargalih Kecamatan Ciranjang. Menurut salah seorang warga Desa Mekargalih, Hendi (35), jumlah TPS yang berkurang menjadi salah satu penyebab membeludaknya pemilih.

“Untuk bisa memilih warga harus menunggu dua hingga tiga jam. Pilkades sebelumnya jumlah TPS-nya ada 4, sekarang jadi 1 TPS, makanya sampai membeludak dan antre panjang,“ ujarnya.

Ketika berdesakan, sambung dia, kondisi diperparah dengan tidak adanya antrean khusus bagi para lansia. “Jadi para lansia juga ikut antre panjang dengan warga lainnya hingga akhirnya banyak para lansia yang kelelahan dan pingsan,“ sebutnya.

Karena membeludaknya jumlah pemilih hingga menyebabkan antrean panjang, lanjut dia, tak sedikit warga yang memutuskan pulang sebelum menyalurkan hak suaranya.

“Karena antre panjang, pemilihan yang seharusnya sampai jam 13.00 Wib tapi terus diperpanjang. Karena lelah harus antre panjang, banyak warga yang akhirnya memilih pulang,“ ungkapnya.

Kejadian pemilih pingsan juga terjadi di Desa Sukamanah, Kecamatan Karangtengah dan Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang. Petugas kepolisian dan TNI juga terlihat turun tangan mengamankan pelaksanaan pilkades serentak.

Di Desa Sukamanah, saat pemilih berdesakan dan antrean panjang terjadi di tengah cuaca panas, seorang ibu-ibu terlihat kelelahan hingga akhirnya pingsan. Tak sedikit warga lainnya pun merasa pusing karena berdesakan.

Karena kesal dengan antrean panjang dan berdesakan, tak sedikit warga yang membatalkan niat menyalurkan hak suaranya. Seperti yang dialami seorang warga Desa Sukamanah, Putri (30).

Putri mengaku harus izin kuliah untuk bisa menyalurkan hak suaranya. Namun setelah berdesakan dan antre panjang, ia akhirnya memutuskan untuk pergi ke kampus untuk kuliah di jam berikutnya.

“Rencananya memang mau memilih calon kades dan izin pada kuliah pertama, tapi karena sudah antre lebih dari satu jam, saya tidak jadi memilih dan tidak mungkin untuk izin lagi di kelas berikutnya. Jadi, karena antreannya masih panjang, saya tidak jadi memilih,“ jelasnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan Desa sekaligus Sekretariat Panitia Pilkades Serentak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cianjur, Dendi Rinaldi, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh penyelenggara pilkades.(zal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *