Momen Peringatan Hari Anak Nasional di Cianjur Diwarnai Peristiwa Kenakalan Remaja

BERITACIANJUR.COM โ€“ Momen peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun ini diwarnai dengan sejumlah peristiwa kenakalan remaja, yang menyebabkan dunia pendidikan di Cianjur berduka.

Belum selesai dengan kasus pemerkosaan gadis 16 tahun asal Sukaresmi oleh 12 pria yang 4 di antaranya berstatus pelajar, muncul peristiwa duel berujung maut di Jembatan Parigi, Kecamatan Leles, Cianjur, yang melibatkan 14 pelajar SMP dan MTs hingga menewaskan seorang pelajar usai terjatuh dari jembatan.

Duel Maut Pelajar di Jembatan Parigi Leles, 1 Orang Tewas

Rabu (23/7/2025) pagi, di saat ribuan warga Cianjur menyambut karnaval peringatan Hari Anak Nasional 2025, Polsek Agrabinta disibukkan dengan kasus duel maut. Di momen Hari Anak Nasional itu, pihak kepolisian mengamankan 12 pelajar yang terlibat duel maut.

โ€œPelajar yang terlibat seluruhnya ada 14 orang lalu 1 orang meninggal. Saat ini kami sudah amankan 12 pelajar, 1 orang lagi menyusul,โ€ ujarnya, Rabu (23/7/2025).

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Cianjur, Ramzi Geys Thebe, menyebutkan dikarenakan kenakalan remaja yang terjadi hingga menewaskan seorang pelajar, pihaknya menyerahkan hal itu kepada pihak kepolisian agar menindaklanjuti sejumlah pelajar yang terlibat.

“Kalau sudah sampai menewaskan seperti ini, ya kita serahkan kepada kepolisian. Siapapun dia berapapun usianya, kita serahkan saja kepada kepolisian,” sebutnya.

Namun untuk menangani kejadian tersebut, sambung dia, pihaknya menegaskan kepada seluruh orangtua, sekolah, dan pihak terkait lainnya untuk segera bergerak dan mengawasi guna mencegah agar kejadian serupa tak terulang.

“Ini seharusnya semua bergerak, baik RT, RW, kades, sekolah, orangtua, semuanya harus bergerak karena memang sudah sangat mengkhawatirkan. Apa yang ada di genggaman anak-anak kita, semuanya harus dibatasi,” jelasnya.

Ia juga mengimbau agar semua pihak bisa membatasi konten kekerasan anak yang tersebar di media sosial. Setiap ada tindakan kejahatan atau kekerasan yang dilakukan anak-anak seperti halnya yang dilakukan belasan pelajar tersebut, sambung dia, seharusnya tidak ada pihak yang menyebarkan kejadian itu di media sosial.

“Saya akan bicara ekstrem nih, melihat kejadian ini seharusnya jangan diposting, kalau mau diposting untuk memberikan informasi ya harusnya jangan sampai muka anak-anaknya terlihat,” ujar Ramzi kepada wartawan saat acara peringatan Hari Anak Nasional ke-41 di Pendopo Cianjur, Rabu (23/7/2025).

“Jangan sampai hal ini juga menjadi triggered atau penyebab munculnya anggapan dari anak-anak yang penting viral. Karena mungkin ada kesenangan buat mereka ketika melihat aksinya disebar di medsos, sehingga itu yang harus kita batasi,” tambahnya..

Sebelumnya diberitakan, duel berujung maut. Itulah yang terjadi di kawasan jembatan Parigi, Kecamatan Leles, Cianjur, Jumat (18/7/2025) malam. Seorang remaja yang terlibat perkelahian tewas usai terjatuh dari jembatan.

4 dari 14 Pelaku Pemerkosaan Gadis 16 Tahun Berstatus Pelajar, 1 Orang Masih Buron

Pada peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada hari ini (23/7/2025), satu dari 12 pelaku pemerkosaan terhadap gadis 16 tahun asal Kecamatan Sukaresmi, Cianjur, masih belum tertangkap alias masih buron. Dari 12 pelaku tersebut, 4 di antaranya berstatus pelajar.

Menanggapi kasus tersebut, Ramzi menyebutkan, pelaku yang berjumlah 12 orang tersebut perilakunya sudah seperti binatang.

โ€œMohon mah ya, ini bahasa saya dan bukan sebagai wakil bupati, ini Ramzi nih secara pribadi, mampusin orang kaya begitu, biadab itu, itu binatang, 12 belas orang itu kalian binatang,โ€œ tegasnya.

Informasi terbaru terkait korban, sebut saja Mawar (16), setelah mengalami trauma berat dan hingga saat ini masih mendapatkan pendampingan tim dari unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Cianjur, kondisinya mulai membaik.

Hal itu disampaikan langsung Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto. Meski pendampingan psikologi masih diberikan agar korban dapat pulih normal, namun Mawar sudah mulai bisa berinteraksi dengan orang yang ditemuinya.

โ€œPendampingan akan terus diberikan agar korban dapat menjalani hidup normal seperti biasa lagi. Kondisi saat ini, korban sudah bisa bercerita terkait kasus pemerkosaan yang menimpanya,” ujarnya.

Tono menyebutkan, sebelumnya korban mengalami kesulitan mengingat apa yang dialaminya. Namun setelah kondisinya mulai membaik, ia akhirnya bisa menceritakan kronologis dari awal hingga akhir.

Keterangan korban, sambung dia, untuk melengkapi pemeriksaan dan tuntutan untuk menjerat para pelaku pemerkosaan.

โ€œKorban sudah mulai berani bicara dan menceritakan kronoligisnya. Namun pendampungan masih tetap dilakukan dengan melibatkan tim psikolog dari UPTD PPA Provinsi Jabar,โ€œ ungkapnya.

Terkait satu pelaku yang masih buron alias masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Cianjur, Tono menegaskan, selain masih terus melakukan pengejaran, pihaknya juga meminta pelaku untuk segera menyerahkan diri atau terus diburu hingga tertangkap.

โ€œSatu orang pelaku yang masih melarikan diri sudah terdeteksi keberadaannya. Dalam waktu dekat kita tangkap sehingga total 12 orang pelaku sudah diringkus,โ€œ pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kisah pilu dialami gadis berusia 16 tahun. Sebut saja mawar (samaran), warga Kecamatan Sukaresmi, Cianjur, menjadi korban pemerkosaan oleh 12 pria secara bergiliran.

Selama empat hari, di lima lokasi berbeda, Mawar harus mengalami pengalaman buruk. Setiap harinya, Mawar diperkosa oleh dua hingga empat pria secara bergantian.

Kejadian nahas yang dialami gadis putus sekolah tersebut terungkap seusai Mawar menghilang selama empat hari, sejak 19 hingga 23 Juni 2025 lalu. Saat pulang, ia pun langsung mengadu kepada sang ayah soal pemerkosaan yang dialaminya.(gil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *