Pasokan Terbatas, Harga Beras di Cianjur Terus Meroket, Pedagang Kebingungan

BERITACIANJUR.COM – Harga beras di Kabupaten Cianjur terus merangkak naik. Kondisi tersebut dikeluhkan sejumlah pedagang dan konsumen.

 

Pantauan Berita Cianjur, harga beras kelas bawah di Pasar Induk Cianjur (PIC) berkisar antara Rp13.000-14.000 per kilogram, sedangkan harga beras kelas premium mencapai Rp16.000 per kilogram.

 

Kenaikan harga beras di Pasar Induk mencapai Rp2.000-3.500 untuk semua jenis beras, dari mulai kelas bawah, medium, sampai premium.

 

Untuk harga beras kelas bawah sebelumnya Rp12.000, kini mencapai Rp14.000 per kilogram. Harga beras medium sebelumnya Rp12.500 menjadi Rp15.000 per kilogram.

 

Sedangkan, harga beras premium sebelumnya Rp13.000 menjadi Rp16.500 per kilogram.

 

Salah seorang pedagang beras di PIC, Ujang (53) mengatakan, penyebab para pedagang menaikan harga beras karena adanya ketidaksesuaian antara permintaan dengan ketersediaan.

 

Terlebih, lanjutnya, terbatasnya pasokan beras di daerah lokal membuat para pedagang harus mengambil persediaan beras dari luar Cianjur.

 

“Sudah hampir satu bulan lebih saya membeli beras kepada pemborong di daerah Jawa Timur. Karena pasokan beras di daerah lokal sulit saya dapatkan, itu pun saya dapat pemasok di luar Cianjur juga kadang selalu lambat karena ladangnya sering telat panen,” ujar Ujang kepada Berita Cianjur, Rabu (21/2/2024).

 

Akibat pasokan yang sulit didapatkan, sambung Ujang, para pedagang akhirnya terpaksa menaikan harga beras.

 

“Mau tidak mau harga jual beras saya naikkan, karena dari pemborongnya pun harga tidak selalu sama harganya. Bahkan berjarak dua hari saja harganya sudak naik,” tutur Ujang.

 

Selain itu, ia juga mengeluhkan harga dari pabrik yang terus melambung tinggi setiap harinya.

 

“Dulu biasanya saya beli beras di pabrik dengan harga Rp12.500 per kilogram, sekarang bisa mencapai Rp15.000 per kilogram,” ucap Ujang.

Baca Juga  DMC Dompet Dhuafa Bangun Musala Darurat di Pengungsian Gempa Cianjur

 

Ia mengaku sangat kebingungan menghadapi kondisi seperti ini, karena apabila harga beras naik terus-menerus, maka risikonya akan kehilangan konsumen.

 

“Kalau kondisinya terus begini, konsumen juga pasti pada kabur,” keluhnya.

 

Selain pedagang, konsumen pun turut mengeluhkan harga beras yang tak berangsur turun.

 

Salah satunya yang diungkapkan penjual warung nasi di daerah Nagrak, Ida (43). Menurutnya, jika di pasar saja harga beras tinggi, otomatis harga jual di warung klontong pun ikut naik yang kini berkisar antara Rp17.000 hingga 18.000 per kilogram.

 

“Saya bingung sekarang harga beras mahal, mungkin saya harus mengurangi sedikit porsi nasi karena menyesuaikan harga beras. Kalau harga tiap porsi naik, takutnya yang tadinya warung nasi saya ramai malah jadi sepi,” tutupnya.(gil/gap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *