Pecel Lele Lamongan Jadi Kuliner Primadona di Cianjur

Ini Sejumlah Keunggulannya

Oleh: Kahla Haura Az-zahra Ramadhan

Mau makan di restoran Padang
Bukan berarti harus ke Padang
Cukup ada di sini
Dekat kita sendiri
Kita tinggal menikmati

PENGGALAN lagu bertajuk “Semua Ada di Sini” yang dipopulerkan Enno Lerian di atas menggambarkan betapa melimpahnya kuliner di Tanah Air. Setiap daerah memiliki makanan khasnya masing-masing. Luar biasanya, bagi masyarakat Cianjur yang menggemari makanan khas Padang atau Lamongan, mereka tak perlu jauh-jauh harus ke luar kota, cukup di Cianjur. Semua ada di sini.

Salah satu sentra kuliner yang terkenal di Cianjur yakni ‘Sinar’ yang berada di Jalan Dewi Sartika Cianjur. Di kawasan kuliner Sinar yang cukup melegenda sebagai tempat jajanan kuliner malam ini menyajikan beragam makanan. Tak hanya makanan khas Jawa Barat, sejumlah kuliner khas dari berbagai daerah bisa kita temukan, salah satunya pecel lele asal Lamongan.

Penulis mengambil contoh pecel lele ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, makanan khas Jawa Timur khususnya Lamongan ini menjadi salah satu jenis makanan yang paling digemari. Dari sekitar 35 kios atau tempat makan yang berada di Sinar, terdapat 6 pedagang pecel lele dan setiap kiosnya kerap dipenuhi pengunjung.

Rasanya nikmat, mudah ditemui di mana saja dan harganya yang terbilang murah meriah, menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmat pecel lele Lamongan ini. Berdasarkan observasi, wawancara dan studi literatur, bisa dikatakan bahwa pecel lele menjadi salah satu kuliner primadona di Cianjur. Salah satu buktinya, tak hanya di kawasan kuliner Sinar, pedagang pecel lele ini hampir menduduki di setiap titik jalanan di Cianjur. “Tiap pengkolan aya,”. Begitu istilah Sundanya.

Pecel Lele di Jalan BLK Cianjur

Pecel lele ini menjadi alternatif masakan daging lainnya, seperti ayam dan bebek goreng. Makanan khas Lamongan ini disajikan bersama sambal khas yang memiliki aroma terasi, dan juga lalapan seperti timun, kol goreng, terong dan juga kemangi, lengkap dengan tahu dan tempe gorengnya. Selain mempunyai rasa yang enak, pecel lele juga merupakan makanan dengan kandungan gizi yang lumayan tinggi dan bisa berpengaruh baik bagi tubuh manusia bila diolah dengan benar dan bersih.

Baca Juga  Desa Center Cianjur: Penyelenggara Pilkades Harus Netral

Dilansir dari healthline melalui halodoc.com, kalori yang ada pada satu porsi ikan lele sebanyak 105 kalori, lemak sebanyak 2,9 gram, protein 18 gram, dan natrium sebanyak 50 miligram. Jika menghitung dalam satu posri pecel lele, kandungannya 121 persen vitamin B12 dari kebutuhan harian, fosfor sebanyak 24 persen, kalium 19 persen, kolesterol 24 persen, titamin 15 persen, serta selenium 26 persen. Ikan Lele memiliki lemak sehat yang baik untuk dikonsumsi siapa saja, baik anak-anak, orang dewasa dan lanjut usia.

Tak cukup sampai di sana, ikan lele memiliki kandungan merkuri yang minimal. Merkuri merupakan kandungan yang berbahaya karena dapat menumpuk di dalam tubuh dan meningkatkan risiko nefrotoksisitas dan menimbulkan masalah pada perkembangan bayi. Nah, berdasarkan penelitian oleh U.S Food and Drugs Administration pada 1990 hingga 2012, ikan lele hanya mengandung merkuri sebesar 0,024 PPM. Jangan dilupakan juga, dalam satu porsi pecel lele, juga tersaji lalapan berupa sayuran segar. Sayuran tersebut juga memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Alhasil, pecel lele ini tak hanya nikmat, murah meriah dan mudah ditemui di mana saja, namun juga sangat menyehatkan. Sangat pantas julukan kuliner primadona disematkan untuk pecel lele asal Lamongan.

Ada hal lain yang bisa menunjukkan keprimadonaan pecel lele di Kota Tauco ini. Yakni, keberadaan komunitas penjual pecel lele Lamongan di Cianjur. Mereka menamakan dirinya “Big Family Pecel Lele Lamongan” yang diketuai warga Lamongan, Mas Retno. Komunitas tersebut terbentuk atas dasar kesamaan asal-usul seperti asal daerah, satu marga, satu kerabat, kesamaan cita-cita, satu sekolah dan lain sebagainya. Dengan banyaknya pedagang pecel lele, itu menjadi tambahan bukti bahwa pecel lele menjadi salah satu kuliner primadona di Cianjur.(*)

Baca Juga  DPMPTSP Langgar Aturan dan Tak Hiraukan Rekomendasi BPK, Potensi Pendapatan Miliaran Rupiah Hilang

Penulis adalah Mahasiswa Semester 2
Jurusan Antropologi Universitas Brawijaya Malang asal Cianjur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.