BERITACIANJUR.COM – Peluncuran Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur 2024 di Lapang Prawatasari Joglo Cianjur, Minggu (2/6/2024), menghabiskan anggaran Rp250-280 Juta.
Hal tersebut disampaikan Kepala Divisi Informasi dan Humas KPU Kabupaten Cianjur, Fikri Audah Nsy. Menurutnya, anggaran tersebut digunakan untuk merekrut talent, artis lokal, artis nasional, pemenang sayembara serta kegiatan teknis lainnya.
Dari hasil pertimbangan, sambung dia, KPU Cianjur memilih di tempat terbuka agar peluncuran sosialisasi ini mendapatkan banyak atensi dari masyarakat. Pasalnya, apabila digelar di lokasi tertutup, kegiatan akan terkesan eksklusif dan minim partisipasi dari warga Cianjur.
“Jadi yang hadir tidak hanya tamu undangan saja, kita ingin masyarakat langsung hadir, mengetahui dan ikut berpartisipasi dalam acara peluncuran. Selain itu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Cianjur terhadap Pilkada 2024 nanti,” pungkasnya.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Cianjur Riset Center (CRC), Anton Ramadhan menilai, keterlibatan atau masyarakat yang hadir pada acara sosialisasi tahapan Pilkada Cianjur 2024 sangat minim.
“Harusnya, dengan anggaran sebesar itu dan digelarnya di ruang terbuka, masyarakat yang hadir bisa lebih banyak lagi. Tadi kita lihat sangat sedikit sekali. Sangat disayangkan padahal itu momen tepat untuk sosialisasi ke masyarakat,” uangkapnya.
Menurut pengamat kebijakan publik yang karib disapa Kang Anton ini, kondisi tersebut diduga minimnya sosialisasi yang dilakukan KPU Cianjur.
“Dengan bintang tamu grup band sekelas Kerispatih, harusnya masyarakat yang hadir bisa membludak. Ini sangat sedikit sekali. Jadi diduga KPU Cianjur ini sangat minim atau tidak maksimal dalam melakukan sosialisasi,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur menggelar acara peluncuran Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur 2024, di Lapang Prawatasari Joglo Cianjur, Minggu (2/6/2024).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Cianjur Herman Suherman, para pengurus KPU, serta puluhan peserta Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
Ketua KPU Kabupaten Cianjur, Mohammad Ridwan mengatakan, kegiatan yang digelar saat ini sedikit berbeda yakni dengan hadirnya ikon Hayam Pelung khas Cianjur menghiasi acara sosialisasi Pilkada 2024 menjadi unik.
“Hayam pelung ini filosofinya memanggil. Apalagi dengan taglinenya ceria, sehingga masyarakat pada pemilihan nanti memilih dengan riang gembira,” ujar Ridwan, Minggu (2/6/2024).
Selain itu, sambungnya, terdapat dua maskot KPU Cianjur bernama Sukaci dan Suraci, yang terpilih dari hasil pertimbangan saat sayembara sebagai simbol official KPU pada tahapan sosialisasi kali ini.
“Sukaci itu suara Pilkada Cianjur dan Suraci suara rakyat Cianjur. Itu nama maskot hasil sayembara dari 15 peserta, yang terpilih oleh akademisi, seniman, budayawan, dan seni rupa,” ungkapnya.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga turut dimeriahkan oleh penampilan jingle berjudul ‘Teman Pemilih Akur Sauyunan’. Hal itu bertujuan untuk menciptakan momen persaudaraan dan kebersamaan saat pemilihan.
“Momennya kita harus akur dan bersaudara bersama-sama. Itulah hasil dari jingle yang dipilih saat sayembara,” imbuhnya.
Bahkan, untuk memeriahkan kegiatan sosialisasi ini, pihaknya turut menghadirkan grup musik Kerispatih untuk menghibur masyarakat yang hadir dalam acara sosialisasi.(gil/gap)





