Peringati Hari Lingkungan Hidup, PLN Cianjur Serahkan Gerobak untuk Penjaja Buku Bekas: Dukung Recycle, Hidupkan Literasi

BERITACIANJUR.COM – Matahari baru saja condong ke barat saat seorang lelaki paruh baya tampak khusyuk menyusun tumpukan buku bekas di atas gerobak barunya. Tangannya cekatan menata novel remaja, buku pelajaran lama, hingga komik-komik nostalgia. Namanya Tansyah Abdul Kadir, penjaja buku bekas yang sehari-hari berjualan di pelataran sekitar Siti Jenab, Cianjur.

Kali ini, langkah Tansyah terasa lebih ringan. Sebuah gerobak dorong berwarna biru laut, hasil bantuan dari PLN UP3 Cianjur, kini menggantikan papan kayu tua yang biasa ia dorong dengan susah payah setiap hari.

“Dulu gerobak saya sudah usang, roda pun sering macet. Sekarang lebih enak, saya bisa lebih rapi menjajakan buku dan lebih percaya diri. Saya berterima kasih sekali kepada PLN. Ini bukan cuma bantuan gerobak, tapi semangat baru untuk terus menjual buku bekas agar tidak terbuang percuma,” ujar Tansyah dengan mata berbinar.

Bantuan ini merupakan bagian dari aksi sosial PLN dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, dengan semangat mendukung gerakan daur ulang dan literasi berkelanjutan. Lewat buku-buku bekas, PLN ingin menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan juga bisa dimulai dari halaman buku yang kembali dibaca, bukan dibuang.

Andre Pratama Djatmiko, Manager PLN UP3 Cianjur, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah simbol kecil dari komitmen besar PLN untuk terus hadir, tidak hanya dalam bentuk layanan kelistrikan, tetapi juga kepedulian sosial dan lingkungan.

“Kami percaya bahwa menjaga lingkungan tidak selalu harus dalam skala besar. Dengan mendukung usaha kecil seperti Pak Tansyah, yang menghidupkan buku bekas, kami ikut menjaga agar sampah kertas tidak menumpuk dan literasi tetap hidup di tengah masyarakat,” jelas Andre.

Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Tonny Bellamy, mengapresiasi inisiatif unit PLN di daerah yang terus menghadirkan program kreatif berbasis nilai keberlanjutan.

“Gerakan kecil seperti ini punya dampak yang besar jika dilakukan konsisten. Buku bekas adalah simbol edukasi dan daur ulang yang saling melengkapi. Semoga langkah kecil PLN Cianjur ini bisa menginspirasi unit lain untuk berkolaborasi dengan masyarakat yang peduli lingkungan,” ujar Tonny.

Dengan bantuan gerobak baru ini, Tansyah berencana memperluas jangkauannya ke area publik lain di Cianjur. Ia ingin lebih banyak anak muda tertarik membaca dan lebih banyak buku tua kembali menemukan pemilik barunya.

Karena menjaga bumi bisa dimulai dari satu halaman yang dibuka kembali, dan PLN percaya: literasi adalah daur ulang yang paling bermakna.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *