Polisi Amankan Empat Pelaku Pungli yang Bikin Warga di Sukanagara Ngamuk

BERITACIANJUR.COM – Polisi mengamankan empat pelaku pungutan liar (pungli) di kawasan jalan yang baru dicor, tepatnya di Jalan Citiis, Gununggoong, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukanagara, Cianjur.

Seperti diketahui, tindakan para pelaku yang melakukan pungli membuat geram warga. Bahkan, aksi salah seorang pria yang marah-marah setelah menjadi korban pungli tersebut, beredar viral di media sosial hingga mengundang reaksi Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian.

Kapolres Cianjur, AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi, mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan pasca-viralnya video tersebut hingga akhirnya menangkap para pelaku yang diduga melakukan pungli kepada pengendara yang melintas.

“Pelaku yang diduga melakukan aksi pungli berjumlah empat orang. Mereka adalah DE (52), DB (54), BAR (33), dan G (36). Semuanya sudah kami amankan ke Mapolres Cianjur,” ujarnya, Kamis (27/8/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, sambung dia, para pelaku diduga melakukan pungli kepada setiap pengendara yang melintas di jalan yang baru selesai diperbaiki. Untuk memastikan cor beton mengeras, di jalan tersebut diberlakukan buka tutup sementara.

“Dari hasil aksi mereka, dalam satu hari bisa mendapatkan Rp200 ribu. Lalu hasilnya digunakan untuk kebutuhan pribadi mereka. Sedangkan untuk nominal pungutannya beragam,” ungkapnya.

Agar tak mengulangi perbuatannya, Alexander mengaku pihaknya akan melakukan pembinaan terhadap keempat pelaku. “Namun jika aksi mereka diulangi, maka mereka akan diproses hukum,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah video memperlihatkan seorang pria di Kecamatan Sukanagara Cianjur yang marah-marah dan berani menegur soal adanya dugaan pungutan liar (pungli), beredar viral di media sosial.

Berdasarkan informasi yang dihimpun beritacianjur.com, pria tersebut diduga menjadi korban pungli karena dimintai uang Rp50 ribu saat melintasi Jalan Citiis, Gununggoong, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukanagara, Cianjur.

Video viral itu mengundang reaksi Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian. Bahkan melalui video yang diunggah di akun instagramnya, @dr.mohammadwahyu, Wahyu berterima kasih kepada pria tersebut karena telah berani menegur oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Terkait adanya dugaan pungutan liar terhadap kendaraan yang melintas di ruas jalan Citiis, Gununggoong, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukanagara, Cianjur, yang beberapa waktu lalu ramai, kami ucapkan terima kasih kepada bapak yang berani menegur oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya, Rabu (26/8/2026).

Ia menerangkan, ruas jalan yang baru dicor itu merupakan jalan kabupaten yang pembangunannya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Cianjur.

“Sehingga, tidak boleh ada pihak mana pun yang secara sepihak melakukan pungutan kepada masyarakat dan pengguna jalan, apalagi dengan nominal Rp50.000 per kendaraan,” tegasnya.

Ia menilai kejadian di Sukanagara ini sudah sangat meresahkan. “Informasi yang kami terima pungutan tersebut terjadi beberapa waktu lalu yang kondisi jalan saat itu sudah kering dan sudah bisa dilewati kendaraan mobil. Saat ini jalan sudah dibuka dan kondisi dilaporkan kembali normal,” sebutnya.

Meski sudah normal, namun Wahyu menegaskan pihaknya tetap melakukan monitoring guna memastikan tidak ada lagi pungutan atau intimidasi yang dapat menghambat masyarakat maupun pengguna jalan.

“Karena jalan yang dibangun dari uang rakyat maka harus kembali sepenuhnya kepada kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi,” ucapnya.(gil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Timeline