BERITACIANJUR.COM – Pertarungan sarat gengsi bakal tersaji saat Persib dijamu Persija Jakarta pada laga pekan ke-32 Super League 2025/2026, di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (10/5/2026) sore, pukul 15.30 Wib.
Bagi Persib, kemenangan bukan sekadar untuk menjaga peluang menciptakan hattrick juara, namun Thom Haye saparakanca dipastikan bakal tampil habis-habis untuk meraih tiga poin demi gengsi rivalitas.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengaku optimis pasukannya bisa meraih hasil maksimal dan bisa melanjutkan tren positif.
Keyakinan Hodak tersebut ditunjang dengan catatan Maung Bandung kala bertemu dengan Persija. Saat menangani Persib sejak tahun 2023, Hodak tak pernah tersentuh kekalahan kala pasukannya menghadapi Persija.
Dalam lima pertemuan terakhir kedua tim, Persib berhasil meraih tiga kali kemenangan dan dua laga berakhir imbang. Statistik tersebut menunjukkan Persib tak pernah bisa mengalahkan Persib saat diarsiteki Hodak
Terkait posisi terkini, dalam 31 laga yang sudah dijalani, Persib masih berada di puncak klasemen sementara dengan mengoleksi 72 poin, dan unggul 7 poin dari Persija di posisi ketiga.
Meski mengantongi catatan positif dan laga besok akan dihelat di tempat netral, namun Hodak enggan meremehkan Persija. Ia lebih memilih fokus pada timnya sendiri yang terus berupaya konsisten di jalur juara.
“Persija tetaplah Persija. Mereka punya pemain berkualitas dan organisasi tim yang baik. Meskipun tidak bermain di Jakarta, mereka pasti punya motivasi tinggi. Tapi fokus saya adalah pada tim saya sendiri. Kami ingin melanjutkan tren positif dan menjaga posisi kami di papan atas,” ujarnya seperti dikutip beritacianjur.com dari persib.co.id.
Selain fokus pada motivasi timnya sendiri, Hodak menekankan pentingnya adaptasi para pemain terhadap cuaca di Samarinda. Guna mengantisipasi perbedaan cuaca tersebut, Persib melakukan persiapan matang dengan tiba lebih awal di Kalimantan Timur.
“Cuaca di sini sedikit lebih panas dan lembap dibanding Bandung. Tapi kami sudah berada di sini sejak kemarin untuk aklimatisasi. Mengenai lapangan, Segiri memiliki karakter rumput yang berbeda, sedikit lebih tebal, tapi itu bukan alasan. Kedua tim bermain di lapangan yang sama,” ungkapnya.
Tak hanya Hodak, kesiapan bertarung menghadapi Persija juga digaungkan bek andalan Persib, Federico Barba. Menurutnya, laga tang kerap dijuluki “El Clasico Indonesia” menjadi tantangan besar yang menguras energi.
“Seperti yang dikatakan pelatih, kami akan menghadapi pertandingan ketat dan pastinya sulit. Hal ini wajar karena ketika kompetisi menyisakan sedikit pertandingan, situasinya menjadi sangat berat bagi semua tim,” ucapnya.
Barba menegaskan, kedatangan skuadnya ke Samarinda bukan untuk bertahan, melainkan mengusung misi meraih kemenangan untuk mempertahankan posisi puncak.
“Kami akan bertarung untuk memperebutkan tiga poin. Kami berada di sini untuk menang,” tegasnya.
Sementara itu di kubu lawan, pelatih Persija, Mauricio Souza, mengaku sangat optimis dan menilai laga sarat gengsi nanti akan memberikan pelecut semangat bagi para pemainnya, meski pada “El Clasico” Macan Kemayoran dipredikasi tak bisa diperkuat Gustavo Almeida.
“Hampir tidak ada kendala besar, hanya Gustavo yang sedikit cedera kemarin dan kemungkinan besar besok tidak bisa turun. Tapi pemain sangat termotivasi. Ini laga klasik, sebuah derby, dan kami tahu kami harus memberikan kebahagiaan untuk Jakmania,” katanya.
Souza menjanjikan untuk menampilkan tontonan berkualitas bagi pecinta sepak bola Indonesia. “Kami sudah siap dan percaya diri untuk memberikan pertandingan yang luar biasa besok. Kita bisa menyajikan pertandingan yang luar biasa dari dua tim besar ini,” tutupnya.(gil)







