BERITACIANJUR.COM – Nasib nahas dialami seorang warga Kampung Cibinong, Desa Cimanggu, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Sabtu (11/7/2026) sore sekitar pukul 15.00 Wib.
Di saat sedang terlelap tidur, rumah Budi (32) yang masuk kategori rumah tidak layak huni (rutilahu) ambruk dan ia pun tertimpa material bangunan hingga mengalami luka dan dislokasi tulang lengan kanan.
Budi yang saat itu seorang diri di dalam rumah sempat terjebak di bawah reruntuhan bangunan sebelum akhirnya dievakuasi warga sekitar.
Sesaat sebelum rumahnya ambruk, dirinya sempat mendengar suara dari bagian bangunan. Namun, ia mengira suara tersebut berasal dari aktivitas warga yang sedang membelah bambu.
“Terdengar bunyi ‘toroktok-toroktok’. Saya kira ada orang membelah bambu. Tiba-tiba rumah langsung ambruk dan menimpa saya,” katanya, Sabtu (11/7/2026).
Akibat kejadian tersebut, Budi mengalami dislokasi dan lebam pada lengan kiri, memar di bagian wajah, serta luka di punggung akibat tertimpa material bangunan.
“Sekarang masih terasa sakit. Hari Rabu nanti saya diminta kontrol lagi ke puskesmas,” ujarnya.
Sementara itu, ibu korban, Ai (50), mengatakan kondisi rumah yang ditempati keluarganya memang telah lama mengalami kerusakan. Bangunannya bahkan sudah miring ke belakang dan harus ditopang menggunakan kayu agar tetap berdiri.
Menurutnya, keterbatasan ekonomi membuatnya tidak mampu memperbaiki rumah tersebut. Sejak berpisah dengan suaminya, ia tinggal bersama ketiga anaknya dan mengandalkan bantuan sosial serta penghasilan dari pekerjaan serabutan di kebun dan sawah.
“Rumahnya memang sudah rusak sejak lama. Saya selalu khawatir akan roboh, ternyata benar-benar kejadian,” katanya.
Ai mengaku pernah mendapat saran agar tidak lagi menempati rumah tersebut karena kondisinya membahayakan. Namun karena tidak memiliki tempat tinggal lain, keluarganya tetap bertahan tinggal di rumah itu.
“Tidak punya rumah lain, jadi terpaksa tetap tinggal di sini. Setiap malam sebenarnya selalu waswas kalau rumah ini roboh,” katanya.
Saat ini, Ai bersama ketiga anaknya mengungsi ke rumah kerabat yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Selain menyebabkan korban terluka, robohnya rumah tersebut juga mengakibatkan perabotan rumah tangga dan kebutuhan sehari-hari tertimbun reruntuhan.
“Kalau anak yang paling besar kadang tidur di musala karena rumah ibu saya juga tidak cukup menampung kami semua,” ucapnya.
Ia berharap ada bantuan untuk pembangunan kembali rumahnya agar keluarganya dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
“Saya tidak enak terus menumpang di rumah ibu. Mudah-mudahan ada bantuan supaya rumah kami bisa dibangun lagi,” katanya.
Kepala Desa Cimanggu, M Rohman Budiman, mengatakan korban langsung mendapatkan penanganan medis setelah berhasil dievakuasi warga.
Menurutnya, pemerintah desa bersama masyarakat telah melakukan gotong royong membersihkan puing-puing bangunan serta menyalurkan bantuan darurat berupa sembako dan kasur kepada keluarga korban.
“Untuk sementara keluarga Ibu Ai tinggal di rumah orang tuanya yang lokasinya tidak jauh dari rumah yang roboh,” katanya.
Rohman menambahkan, rumah tersebut merupakan salah satu rumah tidak layak huni yang sebelumnya telah beberapa kali diusulkan untuk mendapatkan bantuan perbaikan. Namun hingga kini usulan tersebut belum terealisasi.
“Rumah ini sebenarnya sudah beberapa kali kami ajukan untuk program bantuan rumah tidak layak huni, tetapi belum terealisasi. Kami berharap setelah kejadian ini bisa menjadi prioritas untuk segera dibangun kembali,” pungkasnya.(zal)







