BERITACIANJUR.COM – Warga Cianjur utara kembali dihebohkan dengan munculnya suara dentuman keras di kawasan Gunung Kasur, tepatnya di Desa Gadog, Kecamatan Pacet, yang terjadi pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 18.44 Wib.
Fenomena tersebut merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya pada Senin (5/1/2026) malam sekitar pukul 22.00 Wib, warga di Kecamatan Pacet dan Cipanas dikagetkan dengan dentuman keras dan cahaya merah hingga berhamburan keluar rumah.
Hingga saat ini, suara dentuman tersebut masih misterius. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur masih menelusuri sumber suara itu dan tengah mengoordinasikan dengan sejumlah pihak terkait untuk menindaklanjuti fenomena tersebut.
Warga Desa Gadog, Fahmi Saiful (25), membenarkan adanya suara dentuman yang terdengar jelas sebanyak empat kali, hingga sempat membuat panik sejumlah warga yang berada di area kawasan tersebut.
“Iya awalnya saya lagi nongkrong sama teman-teman saya, tiba-tiba terdengar suara dentuman satu kali, nah waktu saya dan teman saya mengambil video tiba-tiba muncul lagi sebanyak tiga kali,” ujar Fahmi saat dihubungi beritacianjur.com, Jumat (9/1/2025).
Meski sejumlah warga merasa khawatir dan panik, Fahmi justru mengaku penasaran terhadap sumber suara tersebut. Bahkan ia mengira suara itu bersumber dari senapan yang ditembakan di kawasan tersebut.
“Warga lainnya memang banyak yang panik, tapi kalau saya malah penasaran fakta di balik suara misterius itu sumbernya dari mana. Apalagi ini kejadiannya sudah dua kali di wilayah yang sama,” ungkapnya.
“Kalau anggapan dan dugaan dari saya sendiri, suara itu terdengar seperti suara senapan yang ditembakan,” tambahnya.
Menurutnya, fenomena suara dentuman yang kedua kalinya ini tidak mengeluarkan kilatan cahaya merah seperti yang sempat terjadi beberapa hari yang lalu.
“Yang kali ini tidak ada cahaya merah, cuman suara dentuman saja. Tapi suaranya lebih jelas dari yang kemarin, dan bahkan terdengar berkali-kali,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, mengatakan saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait termasuk Penyelidik Bumi Utama dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Gelologi (PVMBG), untuk menelusuri dan menindaklanjuti fenoma tersebut.
“Kami masih menelusuri sumbernya. BPBD sendiri tidak punya alat untuk mendeteksi suara itu, maka kami harus berkoordinasi dengan PVMBG untuk menindaklanjuti kejadian itu,” paparnya.
Asep menegaskan pihaknya bakal melakukan mitigasi dan mengevaluasi fenomena yang terjadi untuk kedua kalinya itu dengan pemerintah wilayah setempat.
“Kami BPBD mungkin akan segera melakukan mitigasi dan kami juga akan berkomunikasi dengan kecamatan dan desa di wilayah tersebut karena selama ini belum ada laporan dari mereka ke BPBD terkait fenomena ini,” paparnya.
Asep mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, sampai pihaknya berhasil mengungkap sumber suara dentuman keras.
“Tetap waspada namun tetap untuk tidak panik. Saat ini kami sedang menelusuri dan akan menindaklanjuti kejadian ini,” pungkasnya.(gil)







