BERITACIANJUR.COM – Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, akhirnya buka suara soal pencurian motor (curanmor) atau hilangnya motor milik staf Humas DPRD Cianjur di Pendopo Cianjur.
Wahyu menegaskan bakal segera melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait sistem keamanan di area pendopo agar kasus serupa tidak terulang.
“Iya soal pengamanan di aera sekitar pendopo ini memang harus kita evaluasi secara internal. Kita akan berkoordinasi dengan bagian umum dan Satpol PP untuk keamanan CCTV dan penjagaannya,“ ujarnya, Selasa (26/8/2025).
Saat ditanya terkait CCTV yang mati di area pendopo, Wahyu mengakui terdapat sejumlah titik blind spot. “Jadi mungkin saat kejadian keadaan CCTV belum maksimal. Ada spot-spot yang memang blind spot. Nanti kami akan lengkapi,“ akunya.
Wahyu menambahkan, terkait kerugian yang dialami staf Humas DPRD yang kehilangan sepeda motor, penyelesaiannya akan mengacu pada aturan yang berlaku.
Diberitakan sebelumnya, nasib apes menimpa seorang staf Humas DPRD Cianjur, Fiqri Supriyatna Jati Sukma. Pasalnya, motor Honda Beat hitam bernomor polisi F 3055 WAT miliknya diduga dibawa kabur maling saat di parkir di Pendopo Cianjur, Minggu (24/8/2025).
Peristiwa pencurian motor (curanmor) ini menjadi sorotan, karena lokasi kejadiannya di Kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Cianjur yang biasanya dijaga ketat dan dilengkapi dengan kamera pengawas atau CCTV.
Faktanya, meski dijaga petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), motor Fiqri hilang entah ke mana dan diketahui CCTV di lokasi hilangnya motor mati. Tak hanya motor, Fiqri juga kehilangan helm dan kamera milik kantornya bekerja.
“Saya datang sekitar pukul 08.20 Wib dan motornya parkir di area Pendopo Cianjur juga. Setelah menghadiri acara mojang jajaka, saya lihat pada pukul 10.00 Wib motor sudah tidak ada. Posisi motor saya dikunci setang,“ ujarnya.
Setelah mengetahui motornya raib, Fiqri langsung bergegas untuk meminta bantuan kepada petugas Satpol PP yang bertugas.
“Saat saya lapor, petugas Satpol PP sempat menyuruh saya untuk mengecek lagi karena takutnya ada teman yang jahil. Setelah saya pastikan hilang, baru petugasnya ngikut keliling dan mengecek CCTV,“ katanya.
Ketika rasa kagetnya belum hilang karena motor miliknya raib, Fiqri mengaku lebih kaget lagi ketika diinformasikan bahwa CCTV di lokasi kejadian mati.
“Jadi CCTV di area parkir kejadian dan di depan gerbang pendopo mati. Ada CCTV yang nyala tapi jauh dari lokasi kejadian. Jadi wajahnya burem tidak kelihatan jelas. Alasan CCTV mati katanya karena masih belum diperbaiki,“ ungkapnya.
Dari kejadian itu, ditaksir Fiqri mengalami kerugian materi sekitar Rp29 juta. Ia pun berharap nasib apes yang dialaminya menjadi bahan pembelajaran bagi pihak pemerintah agar keamanan di Pendopo Cianjur lebih ditingkatkan lagi.
“Kata Satpol PP sih ini kejadian pertama ada kehilangan motor di pendopo. Kemungkinan pencuri sudah tahu celahnya, karena ini kan pendopo loh, apalagi motor saya berada tepat di bawah CCTV, kok seberani itu pencurinya. Mudah-mudahan ke depan tidak ada korban lagi,“ bebernya.(gil)







