Telan Anggaran Pembangunan hingga Rp1,4 Miliar, Puskesmas Sukasari Kadupandak Malah Terbengkalai

BERITACIANJUR.COM – Puskesmas Sukasari yang terletak di Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur hingga kini belum kunjung beroperasi dan malah dalam kondisi terbengkalai.

Berdasarkan data dari lpse.cianjurkab.go.id, Puskesmas Sukasari Kadupandak tersebut dibangun dengan pagu anggaran hingga Rp1,4 miliar.

Namun demikian, kondisinya saat ini sangat memprihatinkan. Pasalnya, puskesmas yang berstatus puskesmas pembantu (Pustu) itu menjadi sarana kesehatan yang sangat dibutuhkan warga di tiga kecamatan.

IMG 20240517 WA0007
Kondisi bangunan Puskesmas Sukasari Kecamatan Kadupandak yang sudah tidak beroperasi dan terbengkai.

Pantauan di lapangan, banyak bagian tembok bangunan puskesmas yang sudah diselimuti rerumputan liar. Debu dan kotoran nampak di sejumlah sudur ruangan.

Bahkan, pada pintu masuk utama Puskesmas Sukasari juga terlihat selembar kertas yang dipasang bertuliskan permohonan maaf karena pelayanan dipindahkan sementara ke Puskesmas Kadupandak.

Salah seorang warga setempat, Dadang mengatakan, Puskesmas Sukasari tersebut sempat berfungsi, namun kemudian kembali tutup.

“Bukanya hanya berapa bulan, itu juga tidak tiap hari. Kemudian tutup lagi. Sudah hampir setahun tutupnya,” ujar Dadang, Jumat (17/5/2024).

Menurutnya, Puskesmas Sukasari menjadi layanan terdekat bagi warga di 10 desa di tiga kecamatan. Mulai dari beberapa Kecamatan Kadupandak, Takokak, dan Kecamatan Sukanagara.

“Tentu kalau ini berjalan jadi layanan kesehatan utama untuk warga di sekitar Sukasari. Karena kalau ke Puskesmas Kadupandak dan Sukanagara jauh, apalagi ke rumah sakit. Makanya sangat disayangkan kenapa tutup lagi. Warga juga tidak tahu kenapa kembali ditutup padahal sempat buka,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal mengatakan, puskesmas tersebut harusnya sudah bisa beroperasi dan menjadi puskesmas setahun setelah pembangunan selesai.

“Harusnya tahun lalu sudah menjadi puskesmas, tapi karena ada persyaratan yang belum tuntas jadinya masih difungsikan sebagai puskesmas pembantu,” tuturnya.

Persyaratan yang belum selesai, lanjut Yusman, di antaranya ialah surat izin operasional dan akreditasi.

Baca Juga  Aliansi Masyarakat Menggugat Ajak ARWT Pembuktian soal Hoaks, Mang Gawel: Jangan Cuma Berkoar di Medsos

“Persyaratannya tinggal surat izin operasional dan harus ada akreditasi. Jadi kalau ada itu belum bisa bekerja sama dengan BPJS. Kita akan telusuri kendalanya di mana dan segera menyelesaikannya,” tutupnya.(gap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *