BERITACIANJUR.COM – Belum lama ini, Sat Reskrim Polres Cianjur mengungkap adanya bakteri di ompreng atau wadah plastik makanan bergizi gratis.
Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto mengatakan, dari hasil uji laboratorium tempat MBG, ditemukan tiga jenis bakteri, yakni staphylococcus sp, escheria dan salmonela sp.
Meski penyebab puluhan pelajar Cianjur keracunan seusai menyantap hidangan MBG belum bisa dipastikan, namun ternyata bakteri-bakteri tersebut bisa membahayakan dan menyebabkan sejumlah penyakit.
Bahaya Bakteri yang Ada di MBG:
1. Staphylococcus Aureus atau Staphylococcus sp
Dikutip dari Halodoc, bakteri ini merupakan salah satu jenis bakteri yang bisa menyebabkan berbagai penyakit. Bakteri ini hidup di tubuh manusia dan bisa ditemukan di hidung dan kulit.
Jika pertumbuhannya berlebihan dan sistem kekebalan tubuh sedang lemah, staphylococcus bisa menyebabkan penyakit seperti infeksi kulit (bisul, ruam menular dll), bakteremia atau infeksi aliran darah, infeksi tulang, endokarditis atau peradangan pada endokardium, keracunan makanan, pneumonia atau paru-paru basah, serta toxic shock syndrome (TSS) atau kondisi yang mengancam jiwa jika bakteri masuk ke dalam aliran darah dan menghasilkan racun.
2. Escheria
Bakteri yang sering disebut E. Coli ini biasa hidup di usus manusia dan hewan yang berfungsi untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Namun ada jenis E. Coli tertentu yang dapat menyebabkan infeksi sehingga menimbulkan gejala diare, sakit perut dan kram.
3. Salmonella
Salmonella merupakan bakteri yang menyebabkan penyakit salmonellosis. Penyakit ini umum terjadi dan dapat menular melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri salmonella
Orang yang terinfeksi bakteri salmonella dapat mengalami gejala-gejala seperi diare, mual dan muntah, demam dan menggigil, kram perut, sakit kepala dan terdapat darah dalam tinja.
Diberitakan sebelumnya, Penyebab pasti puluhan pelajar Cianjur keracunan seusai menyantap hidangan makanan bergizi gratis (MBG) memang masih misterius. Namun Polres Cianjur mengungkap fakta baru, yakni ditemukan adanya bakteri di ompreng atau wadah MBG.
Meski begitu, Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto menegaskan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium untuk sampel makanan dan muntahan. Hal itu dilakukan untuk memastikan penyebab pasti terjadinya keracunan massal usai menyantap MBG.
“Jadi ada 2 sampel yang diuji, yakni tempat makan serta sampel makanan dan muntahan. Untuk tempat makan diuji di Labkesda (Laboratorium Kesehatan Daerah) Cianjur, sedangkan untuk sampel lainnya diuji di Labkesda Provinsi Jawa Barat,“ ujarnya, Senin (28/4/2025).
Dari hasil uji laboratorium tempat MBG, sambung dia, ditemukan tiga jenis bakteri, yakni staphylococcus sp, eschericia dan salmonela sp. Sedangkan untuk hasil uji lab sampel makanan dan muntahan, akan ke luar setelah 10 hari kerja.
“Jadi untuk sementara belum bisa menyimpulkan terkait penyebab keracunan, karena masih menunggu hasil uji lab sampel makanan dan muntahan. Baru muncul uji lab tempat makanannya saja dan ditemukan adanya bakteri,“ jelasnya.
Tak hanya itu, untuk mengetahui penyebab pasti keracunan, pihaknya juga harus memeriksa sejumlah pihak, yakni penguji dan ahli kesehatan.
“Kita juga perlu memeriksa korban dan dokter yang merawat para korban keracunan. Hingga saat ini, kita sudah memeriksa 30 orang terkait peristiwa keracunan. Secepatnya akan kami ungkap kami penyebab pasti keracunan,“ tutupnya.(gil)







