BERITACIANJUR.COM – Persitiwa puluhan pelajar di Cianjur yang diduga keracunan seusai menyantap hidangan makanan bergizi gratis (MBG), menyisakan trauma mendalam.
Kepala MAN 1 Cianjur, Erma membenarkan hal itu. Menurutnya, pasca-keracunan massal yang terjadi pada Senin (21/4/2025) lalu, memang memberikan trauma pada siswanya.
“Karena baru terjadi, makanya masih ada yang trauma. Mudah-mudahan setelah beberapa hari akan membaik,” ujarnya, Kamis (24/4/2025).
Agar trauma yang dialami siswanya tak berlarut, ia mengaku akan memberikan penjelasan kepada para siswa terkait program MBG.
“Selain itu, kami juga akan mendiskusikan apakah nanti penyedianya dengan dapur yang sama atau diganti. Kalau diganti tidak ada jaminan lebih baik, dan kalau masih tetap yang sama bisa ada perbaikan,“ ungkapnya.
Sementara itu, trauma mendalam salah satunya dialami siswa kelas 10 MAN 1 Cianjur. Sang orangtua yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, kini anaknya menjadi takut untuk makan daging ayam dan tempe yang dimasaknya, karena masih teringat dengan menu MBG di sekolahnya.
“Iya, setelah dua hari dari kejadian, saya memasak tempo mendoan dan olahan daging ayam, tapi ternyata anak saya gak mau makan karena katanya sama seperti MBG. Masih ngerasa takut dan keinget terus sama kejadian keracunan. Mungkin masih trauma,“ pungkasnya.(gil)







