Update Kasus 12 Santriwati di Cidaun yang Diduga Keracunan MBG: Hasil Uji Lab Sampel Makanan Segera Keluar

BERITACIANJUR.COM – Kasus dugaan keracunan makanan makan bergizi gratis (MBG) yang menimpa 12 santriwati Yayasan Pendidikan Islam Assatinem, Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Cianjur, masih dalam proses pemeriksaan.

Untuk mengetahui penyebab pasti dari peristiwa keracunan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur, Made Setiawan, menyatakan saat ini pihaknya masih menunggu hasil uji labolatorium dari sampel makanan.

“Kemarin tim sudah mengambil sampel makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan sisa makanan yang ada di sekolah,” ujar Made saat dihubungi beritacianjur.com, Kamis (28/8/2025).

Hasil sampel makanan, sambung dia, diprediksi bakal selesai dan diketahui hasilnya pada 3 hingga 10 hari. “Menurut Ibu Kabid begitu, menunggu 3-10 hari, hasil sampel makanan akan keluar,“ jelasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto mengatakan bahwa pihaknya saat ini belum dapat memastikan penyebab dari peristiwa keracunan tersebut. “Kasus ini tuh kita belum tahu, Apakah emang karena dari makanan atau ada hal lain?” ucapnya.

Meski begitu, menurutnya, berdasarkan informasi di lapangan memang ada dugaan penyebabnya dari sajian MBG. Alhasil, hingga saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikannya.

“Informasi di lapangan memang ada dugaan ke sana, makannya kami masih perlu berkoordinasi dan saat ini sampel makanan juga sudah diambil untuk diuji di labolatorium,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan keracunan makanan akibat makan bergizi gratis (MBG) terjadi lagi di Cianjur. Kali ini, menimpa 12 santriwati Yayasan Pendidikan Islam Assatinem, Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Cianjur selatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut terjadi pada Rabu (20/8/2025). Diduga usai menyantap menu MBG, belasan santri tiba-tiba mengalami gejala keracunan seperti pusing, mual, dan muntah. Hingga hari ini (21/8/2025), mereka masih dirawat di Puskesmas Cidaun.

Kepala Puskesmas Cidaun, Eman Sulaeman, membenarkan hal tersebut. Pihaknya sudah menangani 12 santriwati yang keluhannya mirip dengan gejala keracunan, sehingga belasan santri tersebut harus dirawat secara intensif sampai kondisinya membaik.

“Sore kemarin hingga malam kita menangani 12 siswa yang mengeluhkan gejala seperti keracunan karena mual, muntah, pusing. Dari 12 orang, kini 1 orang sudah membaik, sisanya yakni 11 orang masih dilakukan observasi,” ujar Eman saat dihubungi beritacianjur.com, Kamis (21/8/2025).

Terkait penyebab pasti, Eman menegaskan, pihaknya belum dapat memastikannya. Tim dari Dinas Kesehatan Cianjur, sambung dia, saat ini sudah mengambil sampel makanan untuk diperiksa diperiksa kandungannya di laboratorium.

Sebelumnya, kasus dugaan keracunan akibat MBG pernah terjadi di Cianjur. April 2025 lalu, puluhan pelajar di Cianjur, yakni 55 orang dari MAN 1 Cianjur dan 23 siswa dari SMP PGRI 1 Cianjur, mengalami keracunan diduga seusai menyantap menu MBG.(gil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *