Warganet Puji Kepala BPBD dan Kasatpol PP Cianjur yang Berani Mundur, AMCM: Kapan Bupati Mundur?

BERITACIANJUR.COM – Pengunduran diri Kepala BPBD Fatah Rizal dan Kepala Satpol PP Damkar Kabupaten Cianjur Hendri Prasetyadi, ternyata menuai banyak pujian dari berbagai pihak.

Pasalnya, alasan dua kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Cianjur merasa tidak mampu lagi bekerja di tengah banyaknya tekanan dan problematika terkait penanganan bencana pasca-gempa Cianjur.

“Budayakan mengundurkan diri dalam ketidakmampuan bekerja itu keren dan ini seharusnya berlaku untuk semua para pejabat termasuk Bupati yang merupakan pemimpin hasil dari pada suara rakyat,” ujar salah seorang warganet.

“Mereka mundur karena merasa gagal, itu fair Pak Bupati. Nah anda sendiri becus atau tidak sebagai bupati, apa tidak sebaiknya sdr Bupati seperti yang mereka lakukan?,” ucap warganet yang lain.

Hal senada diungkapkan salah seorang warga Kelurahan Sawahgede Cianjur, Asep (49). Menurutnya, apa yang dilakukan dua kepala OPD tersebut patut diacungi jempol.

“Jika merasa tidak mampu ya mengundurkan diri dan ganti dengan yang lebih kompeten. Saya acungi jempol untuk mereka. Biar masalah gempa Cianjur ini bisa cepat selesai dan masyarakat yang terdampak segera mendapatkan haknya,” tuturnya.

Sebelumnya, Bupati Cianjur, Herman Suherman membenarkan pengunduran diri dua kepala OPD di bawah kepemimpinannya.

“Iya kemarin mengajukan pengunduran diri dan sudah disetujui,” ujar Herman Suherman, mengutip Detikcom, Selasa (31/1/2023).

Menurut Herman, pengunduran diri Kepala BPBD karena alasan tidak mampu lagi bekerja untuk penanganan bencana dan pasca bencana gempa.

Sementara Kepala Satpol PP dan Damkar mundur karena merasa tidak bisa menjalankan tugas, terutama terkait adanya unjuk rasa yang terus menerus di luar ketentuan.

“Alasan utamanya sudah tidak bisa menjalankan tugas sebagaimana mestinya, sehingga mengundurkan diri dari jabatannya,” papar Herman.

Baca Juga  Gunakan Mobil Listrik, Dirut PLN Jajal SPKLU di Rest Area 628B SaradMadi Madiun

Saat ini, lanjutnya, Fatah Rizal dipindahkan dan menjabat sebagai Camat Haurwangi, sedangkan Hendri menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP).

“Dua jabatan itu semula kosong karena pejabatnya sudah pensiun beberapa waktu lalu, sekarang diisi oleh pejabat definitif,” terang Herman.

Saat ini, sambungnya, jabatan Kepala BPBD dan Satpol PP sudah diisi oleh pelaksana tugas (Plt).

“Kepala BPBD kini Plt-nya Dindin yang juga Sekretaris Dinas Sosial dan Satpol PP kini Plt-nya Arif Purnawan (asda 1),” tutup Herman.

Namun akhirnya, baru aja diangkat menjadi Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, Arif Purnawan sudah dicopot lagi dan digantikan oleh Staf Ahli Bupati Cianjur, Tedy Artiawan.

Menanggapi hal tersebut, salah satu Koordinator Aliansi Masyarakat Cianjur Menggugat, Deni Sunarya mengatakan, setelah ada pejabat yang secara jantan mengundurkan diri karena merasa tidak mampu lagi bekerja, seharusnya hal tersebut menjadi contoh untuk Bupati Cianjur, Herman Suherman.

“Setelah komando penanganan gempa dilimpahkan dari Pemkab Cianjur ke Danrem, itu sama saja bupati sudah gagal. Nah, kalau sudah gagal dan merasa tidak mampu, kapan bupati mundur?” pungkas pria yang karib disapa Mang Gawel, Rabu (1/2/2023).(gie/gap)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *