BERITACIANJUR.COM – Api yang membakar area gudang transit ban bekas dan peternakan ayam di CV Prida Permai 2, di Kampung Citespong RT 02/RW 03, Desa Jamali, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, masih berkobar.
Padahal, petugas sudah melakukan proses pemadaman yang menelan waktu hingga 8 jam.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Saksi Penanggulangan dan Penyelamatan Damkar Cianjur, Nandi. Menurutnya, api yang membakar material karet dari ban bekas itu membuat api semakin membesar.
Bahkan, api juga terus merembet ke area penumpukan ban yang terhampar di lokasi. Sehingga petugas damkar pun kesulitan untuk memadamkan api tersebut.
“Kesulitan saat pemadaman yaitu karena bahan material ban bekas yang mudah terbakar, jadi membuat api semakin membesar,” ujar Nandi, Senin (16/12/2024).
Ia pun terus melakukan upaya pemadaman dengan total kendaraan yang diterjunkan sebanyak enam unit, dan ditambah dua bantuan kendaraan suplai air dari dinas terkait dikirimkan untuk membantu proses pemadaman.
“Kondisi pemadaman saat ini terus berjalan dengan kendaraan unit damkar, dan suplai air dari dinas terkait,” imbuhnya.
Untuk menjaga keamanan petugas yang tengah kesulitan saat melakukan pemadaman, lanjutnya, pihaknya juga menyiapkan sejumlah tabung gas yang disediakan di lokasi.
“Kami juga sudah siapkan tabung gas sebagai alat oksigen untuk para petugas jika terkena asap,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Mande, Sumarna mengatakan, pihaknya bersama petugas pemadam selama melakukan upaya pemadaman telah memakan waktu 8 jam di lokasi, namun api tetap saja tidak padam dan bahkan terus membesar.
“Kami dan tim pemadam kebakaran sudah di lokasi selama 8 jam, selama melakukan pemadaman. Api sulit padam karena bahan karet dari ban bekas yang sulit dipadamkan,” ucapnya.
Mengingat luas area lahan penumpukan ban bekas sekitar 3 hektar, sambungnya, petugas mengalami kesulitan untuk memadamkan api dengan cepat. Ditambah terdapat beberapa kandang ayam di sekitar lokasi yang turut terbakar akibat api yang terus merembet.
“Kurang lebih luas lahan penyimpanan ban bekas sekitar 3 hektar, dan ini sebagian juga kan ada kandang ayam,” paparnya.
Ia menuturkan, terkait potensi dampak dari asap yang meluap ke area sekitar pemukiman, pihaknya menyiapkan tim kesehatan dari Puskesmas Mande untuk berjaga di lokasi guna menangani petugas atau masyarakat sekitar yang terdampak gangguan kesehatannya.
Pihaknya juga memastikan tidak ada api yang merembet ke pemukiman warga, karena api kini hanya meluap di lingkungan lokasi saja.
“Namun, alhamdulillah sementara ini tidak ada yang terdampak akibat kejadian itu. Dipastikan juga tidak ada rumah atau pemukiman warga sekitar yang terdampak,” bebernya.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berada di dekat lokasi kebakaran, atau pun menghalangi akses kendaraan Damkar yang kerap keluar masuk area, saat mengirim kebutuhan stok air.
“Saya imbau kepada masyarakat untuk tidak menghalangi petugas yang tengah melakukan pemadaman, dan juga tidak boleh berdiam di area akses lintasan kendaraan para petugas,” pungkasnya.(gil/gap)







