BERITACIANJUR.COM – Hujan deras yang terus mengguyur dan meluapnya Sungai Ciharashas, menyebabkan 44 rumah di dua desa di Kecamatan Cilaku, Cianjur, terendam banjir, Sabtu (8/3/2025).
Berdasarkan informasi yang dihimpun beritacianjur.com, puluhan rumah warga yang terdampak tersebut yakni di Kampung Ciharashas Desa Sirnagalih dan Kampung Cijati Desa Sukasari.
“Iya untuk informasi data awal, di Desa Sirnagalih ada sekitar 20 rumah yang terdampak, sedangkan di Desa Sukasari ada 24 rumah, semuanya itu data korban banjir di Cilaku,” ujar Camat Cilaku Denny Widya Lesmana.
Menurutnya, banjir tersebut terjadi karena adanya penyempitan jalur sungai Ciharashas yang terhalang oleh bangunan rumah warga serta hujan deras yang terus mengguyur. Alhasil, banjir setinggi lutut orang dewasa menggenang wilayah tersebut.
“Iya tadi banjir di Kampung Ciharashas setinggi lutut namun terus menyurut sampai setinggi mata kaki, hal itu disebabkan air sungai meluap karena penyaluran terhimpit bangunan penduduk,” jelasnya.
Sedangkan banjir yang terjadi di Kampung Cijati, sambung dia, volume tinggi air hampir sepusar orang dewasa akibat air sungai yang meluap dan hujan deras yang kerap terjadi.
“Tadi di Kampung Cijati banjir lebih tinggi hingga hampir setinggi pusar orang dewasa, namun malam ini air sudah mulai menyurut,” jelasnya.
Ia menyebutkan, meski kondisinya banyak rumah warga yang terendam banjir, namun tidak ada warga yang harus diungsikan karena beruntung kondisi air saat ini sudah mulai menyurut.
“Yang awalnya banjir setinggi lutut, kondisinya kini sudah membaik karena air sudah menyurut sehingga tidak ada warga yang harus mengungsi,” paparnya.
Ia menuturkan, penumpukan sampah juga dapat memicu banjir, maka dari itu pihaknya akan memantau khusus terkait kebersihan di wilayah tersebut untuk mengatasi potensi banjir.
“Ke depannya saya akan memelihara kebersihan dengan melakukan imbauan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah lagi terutama di area sungai,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Kusmana Wijaya mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak membangun rumah di area sungai karena hal itu dapat menutup aliran sungai.
“Iya upaya kami saat ini mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membangun rumah di area sungai, karena jika aliran sungai tertutup potensi banjir akan lebih tinggi ketika hujan terjadi,” tegasnya.
Ia menambahkan, kini kondisi di lokasi banjir, warga yang terdampak tengah melakukan pembersihan material sampah dan lumpur yang terbawa oleh aliran banjir yang masuk ke dalam rumah warga.
Hal itu dilakukan agar aliran air tidak terhalang dan banjir pun akan terus menyurut, sehingga kondisi akan kembali normal. “Iya Alhamdulillah air sudah menyurut, dan tadi di lokasi warga sedang gotong royong membersihkan material-material yang terbawa arus banjir,” pungkasnya.(gil)





