BERITACIANJUR.COM – Kerugian akibat kebakaran hebat yang menghanguskan gudang transit ban bekas dan peternakan ayam di Kampung Citespong, Desa Jamali, Kecamatan Mande, Cianjur, Senin (16/12/2024), menimbulkan kerugian sekitar Rp1 M.
Diketahui, gudang ban bekas dan peternakan ayam tersebut milik CV Prida Permai. Tak hanya ban bekas, kerugian yang ditaksir mencapai miliaran rupiah tersebut karena adanya 6 kandang dan 6.000 ayam yang hangus terbakar.
“Iya, tadi saya dapat informasi dari pihak perusahaan. Setelah melakukan pemeriksaan, ternyata total kandang yang terbakar ada 6,” ujar anggota Damkar Cianjur, Reki, Senin (16/12/2024)
Ia juga menyebutkan, taksiran kerugian akibat kebakaran hebat mencapai miliaran rupiah merupakan pengakuan dari pihak perusahaan.
“Berdasarkan keterangan dari penanggung jawab perusahaan, kerugian sekitar Rp1 M lebih. Namun untuk total kerugian kami masih belum tahu, karena masih dalam penyelidikan,” jelasnya.
Hasil laporan dari pihak perusahaan, sambung dia, pemicu terjadinya kebakaran tersebut diduga akibat karyawan yang berjaga di lokasi telah membakar sampah di area tumpukan ban, sehingga baranya merembet dan memicu kebakaran hebat.
“Menurut pihak perusahaan, katanya pemicunya karena bekas bakar-bakaran, dan mungkin baranya terkena angin sehingga merembet ke hamparan ban bekas yang terhampar di lokasi,” bebernya.
Sementara itu, salah seorang pegawai distribusi kandang ayam, Hendrik mengatakan, saat dirinya tiba di lokasi, terlihat api sudah berkobar membakar tiga kandang dan sekitar 6.000 ayam di dalamnya hangus terbakar.
“Waktu saya pertama tiba di lokasi, saya lihat sudah ada tiga kandang terbakar dan diperkirakan itu ada 6.000 ayam yang hangus,” ucapnya.
Bahkan, sambung dia, api yang besar juga melahap alat-alat pemanas yang harganya mencapai puluhan juta rupiah.
“Tiga kandang yang terbakar, bahkan beserta alat-alat kebutuhan panennya. Perkiraan saya terhitung kerugian mencapai Rp1 M,” tutupnya.
Diberitakan sebelulmnya, kobaran api yang melalap gudang transit ban bekas dan peternakan ayam di Kampung Citespong, Desa Jamali, Kecamatan Mande, Cianjur, Senin (16/12/2024), sulit dipadamkan.
Berdasarkan pantuan beritacianjur.com, sudah lebih dari 13 jam, kebakaran hebat masih terus berlangsung. Bahkan sekitar pukul 21.00 Wib, api sempat membesar dan membuat petugas pemadam kebakaran terus berupaya melumpuhkan api.
“Ya, sudah 13 jam lebih api berkobar membakar kawasan gudang transit ban bekas serta peternakan ayam di Mande. Kebakaran terjadi sejak pukul 08.30 Wib,” ujar Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Cianjur Hendra Wira Wiharja, Senin (16/12/2024).
Bahan ban yang mudah terbakar dan sulit untuk dipadamkan, sambung dia, menjadi penyebab proses pemadaman memakan waktu meski pihaknya sudah menerjunkan 6 unit mobil pemadam.(gil)







