BERITACIANJUR.COM – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Cianjur (ABC) menggelar aksi solidaritas untuk untuk Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS yang menjadi korban penyiraman air keras.

Aksi yang berlangsung di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/4/2026), menjadi bentuk keprihatinan sekaligus desakan agar kasus tersebut diusut tuntas.
Jenderal Lapangan Aksi, Irsan, dalam aksi tadi ABC menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kebebasan berpendapat, supremasi hukum, hingga perlindungan terhadap aktivias mahasiswa.
“Iya aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa yang mengacu pada Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 28E tentang kebebasan berpendapat,“ ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, mahasiswa juga meminta Kapolres Cianjur dan Dandim 0608 Cianjur untuk menandatangani petisi yang menjamin keamanan bagi aktivis mahasiswa dan masyarakat agar tidak terjadi tindakan represif.
Irsan menegaskan, mahasiswa sangat menyoroti pentingnya penegakan supremasi hukum, termasuk pembatasan peran militer dalam ranah sipil serta mendorong agar pelanggaran oleh aparat militer diproses melalui peradilan sipil sesuai Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 Pasal 56 Ayat 2.
“Jika ada pelanggaran oleh militer di ranah sipil, harus dibawa ke peradilan sipil. Kami ingin supremasi hukum ditegakkan,“ tegasnya.
Agar aspirasi mahasiswa di Cianjur sampai dan menjadi perhatian di tingkat pusat, sambung dia, pihaknya juga mendesak Ketua DPRD Cianjur bersama seluruh fraksinya untuk menandatangani petisi yang kemudian disampaikan secara resmi kepada DPR RI
“Agar menjadi perhatian di tingkat pusat, kami meminta DPRD Cianjur dan seluruh fraksi untuk menandatangani petisi dan meneruskan aspirasi ini ke DPR RI,“ kata Irsan.
Meski sudah menyampaikan sejumlah tuntutan melalui aksi yang dimulai sejak pukul 10.00 Wib serta dilanjutkan dengan longmarch sekitar pukul 12.00 Wib, namun Irsan dan rekan-rekannya mengaku kecewa karena belum ada respon dari pihak DPRD, Polres, dan Kodim.
“Hingga aksi ini berlangsung, tidak ada itikad baik dari Ketua DPRD, fraksi-fraksi, Kapolres, hingga Dandim untuk menemui kami. Kami sangat kecewa,“ ungkapnya.
Jika selama 2 x 24 jam tidak ada respon, sambung dia, maka mahasiswa akan kembali menggelar aksi di tempat yang sama.
“Intinya kami memberikan ultimatum 2 x 24 jam kepada pihak terkait untuk merespon tuntutan yang disampaikan. Jika tidak ada respons, kami akan kembali menggelar aksi di tempat yang sama,” pungkasnya.
Irsan menyampaikan, aksi ini merupakan bentuk komitmen dalam menyuarakan tuntutan. “Walaupun saat aksi hujan, kami tetap bertahan sebagai bentuk komitmen kami terhadap tuntutan ini,” pungkasnya.(gil)







