Akui Ditumpangi, Ini Sosok Ketua Baznas Cianjur yang Pernah Satu ‘Perahu’ dengan King Azis

BERITACIANJUR.COM – Nama H. Tata A Pi MM yang merupakan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Cianjur tengah jadi sorotan publik. Hal tersebut disebabkan munculnya dugaan politisasi penyaluran zakat yang melibatkan anggota DPRD Cianjur, M Abdul Azis yang merupakan menantu Bupati Cianjur.

Siapakah H Tata? Lalu ada hubungan apa dengan menantu Bupati Cianjur yang karib disapa King Azis? Apakah dugaan politisasi ini hanya sekadar kebetulan atau sudah disetting sejak awal?

Diketahui, sebelum menjabat sebagai Ketua Baznas Cianjur, Tata juga merupakan pengurus partai Nasional Demokrat (Nasdem) Cianjur. Alhasil, ia pernah satu ‘perahu’ atau separtai dengan King Azis.

Kini, keduanya sudah tak bersama lagi di partai Nasdem. Tata lebih dulu meninggalkan partai tersebut dan dilantik sebagai Ketua Baznas Cianjur pada 2021 lalu. Sementara King Azis yang sebelumnya menjabat sebagai Sekjen DPD Nasdem Cianjur dan Wakil Ketua DPRD Cianjur, belum lama ini mengundurkan diri dari kepartaian dan jabatannya. Santer dikabarkan King Azis akan berlabuh ke PDIP.

Terkait dugaan politisasi penyaluran zakat yang terjadi di Desa Saganten Kecamatan Sindangbarang beberapa waktu lalu, Tata mengakui bahwa kegiatan tersebut ditumpangi kepentingan politik.

“Saya akui, menurut saya ini memang ditumpangi. Tujuan kita menyalurkan zakat untuk mustahiq (warga yang berhak menerima zakat, red), namun kalau diperjalanannya ditumpangi, kita tidak tahu,” ucapnya.

Tata menegaskan, apapun yang terjadi pada kegiatan penyaluran zakat di Sindangbarang yang diduga dipolitisasi King Azis, sebagai pimpinan Baznas ia mengakui kesalahannya.

“Sasarannya mustahiq, hanya kegiatannya saja yang ditumpangi orang partai. Ini sudah terjadi, saya sekarang hanya bisa pasrah. Setiap individu tidak terlepas dari segala kesalahan,” tuturnya.

Menanggapi pengakuan Tata yang mengklaim bahwa kehadiran King Azis pada kegiatan penyaluran zakat di Sindangbarang bukanlah rencana pihaknya, Direktur Pusat Kajian Kebijakan Publik, Cianjur Riset Center (CRC), Anton Ramadhan menilai rancu.

Baca Juga  FH Terciduk Petugas DLH, Buang Limbah Permen Milik Perusahaan di Bandung

“Kok bisa ngaku tidak tahu, kan kebersamaan mereka pada kegiatan penyaluran zakat bukan hanya di Sindangbarang saja, tapi juga terjadi di kecamatan lain. Kalau hanya sekali, mungkin bisa saja itu kebetulan, tapi kalau lebih dari satu kali dugaannya memang disetting dari awal,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, menantu Bupati Cianjur, M Abdul Azis yang merupakan anggota DPRD Cianjur, diduga mempolitisasi penyaluran zakat atau bantuan sosial dari dana Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Dugaan tersebut muncul setelah foto yang memperlihatkan Azis tengah menyerahkan bingkisan bansos dari dana umat untuk warga Desa Saganten Kecamatan Sindangbarang Cianjur , beredar.

Pada foto tersebut, diketahui merupakan kegiatan Baznas Cianjur dalam menyalurkan zakat bagi mustahiq atau warga Sindangbarang yang berhak merima zakat.

Tak hanya pria yang karib disapa King Azis, pada acara tersebut juga dihadiri Ketua Baznas Cianjur, Camat Kadupandak serta sejumlah bakal calon legislatif dari salah satu partai.(gie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *