Anggaran Rp293 M Lebih Digelontorkan, CGW Pertanyakan Manfaat Program UHC untuk Masyarakat Cianjur

BERITACIANJUR.COM – Anggaran ratusan miliar rupiah yang sudah digelontorkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk layanan kesehatan gratis melalui program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas dipertanyakan.

Koordinator Advokasi Cianjur Governmet Watch (CGW), Ilyas (Apung), menyebutkan, jika Pemkab Cianjur dalam hal ini Dinas Kesehatan Cianjur tidak segera membuat alur yang jelas, maka uang sebesar Rp293.672.736.000 bakal tidak sepadan dengan manfaat yang diperoleh masyarakat.

“Bahkan, keinginan Bupati Cianjur untuk mengakses layanan kesehatan cukup dengan KTP terancam tidak terbukti,” ujarnya, Rabu (29/4/2025).

Ilyas menjelaskan, UHC merupakan suasana dambaaan masyarakat dengan gambaran setiap warga yang memerlukan layanan kesehatan itu cukup dengan KTP saja.

“Kondisi tersebut diperkuat dengan pernyataan Bupati Cianjur yang beberapa kali menyampaikan kondisi ideal tersebut di berbagai kesempatan,” ucapnya.

Untuk memperoleh status UHC dalam satuan wilayah, sambung dia, ada syarat yang harus ditempuh, yakni masyarakat Cianjur harus terdaftar dalam BPJS sebanyak 95% dari jumlah pendududk secara keseluruhan.

“Dari 95% tersebut harus aktif 80%. Keinginan Bupati itu terlihat serius dengan meningkatnya anggaran di Dinas Kesehatan Cianjur. Pemkab Cianjur menggelontorkan dana sebanyak Rp 293.672.736.000 untuk tahun 2026,” ungkapnya.

Namun setelah mendatangi Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Cianjur, CGW menilai UHC bagi masyarakat Cianjur tidak akan terasa karena Pemkab Cianjur dalam hal teknis operasional pelaksanaan yang dikomandoi oleh Dinas Kesehatan, tidak memiliki road map yang jelas tentang skema UHC.

Menurutnya, ada tiga indikasi yang bisa menyebabkan masyarakat Cianjur tidak bisa merasakan UHC. Pertama, data orang yang didaftarkan Pemkab Cianjur masih simpang siur dari mana sumbernya.

Kedua, orang yang sudah didaftarkan hampir pasti tidak mengetahui bahwa dirinya terdaftar/didaftarkan oleh Pemkab Cianjur, karena ridak adanya pemberitahuan kepada masyarakat

“Indikasi yang ketiga, karena orang yang sudah didaftarkan tidak tahu dirinya terdaftar maka otomatis juga tidak tahu manfaat kegunaan dari program tersebut,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi terkait program UHC, Kepala Dinas Kesehatan, I Made Setiawan, menyampaikan UHC Prioritas di Cianjur masih berjalan. “Agar lebih enak, sebaiknya bertemu dengan kepala bidangnya yang Kang,” tutupnya.(gil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *