BERITACIANJUR.COM – Ribuan buruh yang menggelar aksi unjuk rasa di Pendopo Cianjur kecewa karena tak ada satu pun pejabat Pemkab Cianjur yang menemui mereka. Teriakan mosi tidak percaya pun bergemuruh.
Koordinator aksi, Asep Saepul Malik menegaskan, sebanyak 8.000 buruh yang tergabung dalam enam serikat, yakni SPN, PPMI, FSPMI, Kasbi, BISS serta SPM Cisarua, berharap Plt Bupati Cianjur TB Mulyana Syahrudin bersedia menemui massa aksi.
“Tapi ternyata aksi di Pendopo tadi tak membuahkan hasil. Kami kecewa lantaran kehadiran Plt Bupati Cianjur yang diharapkan tidak terpenuhi,“ ujar Asep kepada wartawan, Kamis (14/11/2024).
Ia mengaku heran atas sikap pejabat Pemkab Cianjur, padahal arahan dari Presiden RI Prabowo Subianto sudah jelas bahwa kehadiran buruh harus disambut Plt Bupati.
“Jadi timbul pertanyaan kenapa tidak hadir? Para buruh kecewa kenapa arahan presiden tidak diindahkan,“ ucapnya.
Terkait tuntutan, merujuk pada pasca-putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dimenangkan partai buruh dan serikat buruh terkait PP Nomor 51/2023, sambung Asep, hal itu sudah tidak berlaku namun tetap saja dipaksakan, sehingga pihaknya menuntut tegas untuk mencabut PP tersebut.
“Padahal sudah jelas PP itu sudah tidak berlaku tapi tetap saja dipaksakan, dan kalo memang PP itu tidak dicabut, kami akan melakukan mogok nasional pada minggu depan,” ungkapnya.
Setelah menggeruduk Pendopo Cianjur, ribuan buruh mendatangi Gedung DPRD Cianjur. “Ke DPRD kami menuntut mereka agar mengeluarkan surat rekomendasi yang sesuai dengan tuntutan pihaknya di MK. Sudah jelas kita menuntut supaya DPRD turut menolak PP itu dengan mengeluarkan surat rekomendasi. Selain tolak PP, kami menuntut agar UMK (Upah Minimum Kabupaten) Cianjur 2025 sebesar 10 hingga 15 persen,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, aksi unjuk rasa ribuan buruh Cianjur yang menuntut kenaikan UMK diwarnai kericuhan antarburuh.
Insiden kericuhan tersebut berlangsung di depan Gedung Pendopo Cianjur, Jalan Siliwangi, Kelurahan Pamoyanan, Kamis (14/11/2024).
Pantauan beritacianjur.com, terlihat petugas kepolisian tengah berjaga di sekitar lokasi langsung melakukan pengamanan.
Tak berselang lama, suasana kericuhan pun mulai kondusif dan para buruh kembali menyerukan tuntutan mereka, yakni kenaikan UMK.(gil)










