BERITACIANJUR.COM – Nasib tragis dialami Seorang siswa di SMKN 1 Pagelaran Kabupaten Cianjur. Diduga dianiaya kakak kelasnya di sekolah, ia mengalami luka memar di wajah hingga tubuhnya.
Kini, korban yang masih duduk di kelas 10 bernama Rizki atau Iki tersebut mengalami trauma bahkan enggan masuk sekolah.
Dalam video berdurasi 44 detik yang beredar di media sosial terlihat, korban sedang ditanyai keluarganya lantaran pulang dalam kondisi wajah dan badan yang memar. Bukan hanya itu, pakaian korban juga begitu kotor dengan banyak debu serta tanah yang menempel.
Setelah didesak, Rizki pun mengaku bahwa dirinya baru saja mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh beberapa orang senior atau kakak kelasnya di sekolah.
“Kejadiannya 20 Februari 2025 lalu. Siswa yang penuh dengan luka lebam di video itu adik saya. Jadi begitu pulang, orang rumah kaget karena lihat adik saya dalam kondisi babak belur dan pakaiannya kotor. Ternyata di sekolah dia diduga dikeroyok oleh beberapa orang seniornya,” ujar Dede kurniawan (30), kakak korban, Senin (3/3/2025).
Menurut keterangan adiknya, lanjut Dede, penganiayaan tersebut dilakukan oleh beberapa orang kakak kelas dan temannya.
“Untuk jumlah pasti yang mengeroyok tidak tahu, tapi jumlahnya cukup banyak. Jadi yang melakukan penganiayaan itu ada yang teman seangkatan dan ada juga kakak kelasnya. Dilakukannya di halaman belakang sekolah,” paparnya.
Menurut Dede, aksi penganiayaan tersebut menyebabkan adiknya mengalami luka cukup parah. Di mana bagian hidungnya saat ini masih bengkok dan terasa sesak di bagian dada.
“Selain itu adik saya juga mengalami trauma. Sampai sekarang tidak mau sekolah. Katanya takut ditandai dan mengalami kejadian serupa,” ungkapnya.
Dede berkisah, jika pada 24 Februari 2025 lalu, sudah dilakukan mediasi antara korban dan pelaku. Namun pasca-mediasi tersebut, tidak ada tindaklanjut yang menjamin keamanan dan keselamatan adiknya di sekolah.
“Jadi yang kami sayangkan hanya setelah kejadian dan mediasi tidak ada lagi tindaklanjutnya. Kami hanya ingin adik kami sekolah lagi, ada jaminan keamanan tidak diganggu atau dianiaya lagi. Sesederhana itu. Tidak ada tuntutan lain,” paparnya.
“Kalau tidak ada kejelasan, kami akan ambil langkah hukum,” tambahnya.
Polisi Tunggu Laporan Resmi Korban
Kapolsek Pagelaran, Iptu Budi Rustandi mengatakan, terkait dugaan aksi penganiayaan yang viral di media sosial tersebut, pihaknya akan menindaklanjutinya. Namun untuk penyelidikan lebih lanjut, sambung dia, pihaknya masih menunggu laporan resmi dari korban.
“Untuk mengetahui kronologisnya, kami sudah melakukan konfirmasi ke pihak sekolah. Jadi informasinya akan ada mediasi kedua. Kalau untuk penyelidikan kami masih tunggu korban atau keluarganya melapor,” paparnya.
Sekolah Sudah Pernah Tempuh Mediasi
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Pagelaran, Faisal Sandi mengklaim, sejak awal pihaknya sudah langsung menindaklanjuti informasi adanya aksi kekerasan antarsiswa di lingkungan sekolahnya.
“Sejak awal kita langsung mediasi kedua belah pihak. Kami menanyakan apa yang memicu dan kronologis sebenarnya seperti apa,” ucapnya.
Dalam mediasi pertama pada Februari lalu, lanjutnya, kedua pihak telah sepakat untuk berdamai. Namun ternyata ada yang mengunggah kejadian tersebut ke media sosial sehingga menimbulkan lagi polemik.
“Sebenarnya sudah selesai di awal, kedua pihak sudah mediasi. Tapi ada yang mengunggah lagi di media sosial, makanya akan kita mediasi ulang hari ini,” tuturnya.
Dia menegaskan, dalam mediasi kedua akan ditegaskan terkait perlindungan terhadap korban dan trauma healing untuk korban.
“Kami tentunya akan memberikan perlindungan terhadap korban. Kita akan memberikan perhatian lebih. Semua yang terlibat kita akan sanksi. Trauma healing akan kita berikan melalui guru BK,” tandasnya.(gap)







