Dinas Pertanian Cianjur Ungkap Keuntungan Budidaya Padi Organik, Petani Harus Tahu

BERITACIANJUR.COM – HINGGA saat ini, penggunaan pestisida atau pembasmi hama dari zat kimia seolah menjadi hal wajib digunakan para petani demi mendapatkan panen besar. Meski memiliki dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan manusia, penggunaan pestisida masih tinggi di kalangan petani.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (Dinas Pertanian) Cianjur, Dandan Hendayana. Menurutnya, berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan, hasil panen yang menggunakan pestisida dapat menurunkan kesehatan manusia.

“Walaupun mempunyai banyak manfaat dan keuntungan, tidak sedikit petani yang masih ragu menerapkan pertanian secara organik pada tanamannya. Meski begitu, untuk mengurangi dampak negatif, kami sudah mulai mengenalkan pertanian secara organik yang lebih banyak menguntungkan serta untuk mencegah beberapa penyakit pada manusia,” ujarnya kepada beritacianjur.com, belum lama ini.

Ia membeberkan, sedikitnya terdapat 5 keuntungan dari budidaya padi organik, antara lain harga jual lebih tinggi, hasil budidaya padi organik banyak peminatnya, menjaga kesehatan lingkungan, menjaga kesuburan tanah, dan biaya operasional lebih murah.

Berikut penjelasan secara rinci dari Dandan terkait 5 keuntungan budidaya padi organik:

Harga Jual Lebih Tinggi
Hasil budidaya padi organik memliki nilai jual lebih tinggi hingga mencapai dua kali lipat, jika dibandingkan dengan budidaya padi sawah yang masih menggunakan pestisida. Bisa dilihat di pasaran saat ini harga beras berkisar Rp10.000 hingga Rp12.000 per kg. Jika dibandingkan dengan harga beras merah organik yang bisa mencapai Rp24.000 hingga Rp30.000 per kg, lebih tinggi dua kali lipat. Jelas lebih menguntungkan beras organik.

Hasil Budidaya Padi Organik Banyak Peminatnya
Jangan anggap remeh tren hidup sehat yang saat ini mulai diterapkan oleh masyarakat Indonesia. Kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh membuat masyarakat akhirnya memilih bahan makanan hasil pertanian organik. Saat ini selain beras organik, bahan lain seperti sayuran dan buah-buahan dibudidaya dari masa penanaman hingga panen tidak tersentuh bahan kimia berbahaya. Bisa Anda lihat di media sosial atau media digital lainnya, sudah banyak jasa layanan belanja bahan makanan organik seperti beras, sayuran, buah, dan lainnya. Hal ini menjadi bukti bahwa pertanian organik seperti budidaya padi organik memiliki banyak peminat. Maka jangan terlalu khawatir jika hasil panen Anda tidak akan laku. Orang yang memiliki kesadaran tinggi akan hidup sehat, tidak akan terlalu memikirkan harga bahan makanan yang mahal asalkan dapat menyehatkan tubuh.

Baca Juga  Saling Klaim, Ketua Karang Taruna Cianjur Ada Dua, OC: Pemilihan yang Resmi di Ciloto

Menjaga Kesehatan Lingkungan
Pertanian secara organik mengharuskan melakukan pembiaran terhadap organisme pengganggu selama masih di bawah ambang batas untuk tidak perlu dibasmi. Dengan membiarkan organisme untuk tetap hidup, berarti juga menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan. Sebab walaupun merupakan hama, namun keberadaannya tetap dibutuhkan sebagai penyeimbang. Penggunaan pestisida berbahan kimia untuk membasmi organisme pengganggu, kadang akan ikut membunuh organisme yang baik bagi lingkungan. Maka keseimbangan ekosistem lingkungan akan terganggu. Dengan membiarkan organisme pengganggu tanaman padi mungkin akan menimbulkan risiko tampilan tanaman akan jelek dan tidak sempurna. Tapi, itu juga membuktikan tanaman bebas zat kimia pestisida karena organisme lain menyukainya.

Menjaga Kesuburan Tanah
Budidaya padi organik ataupun semua tanaman secara organik sangat baik untuk menjaga kesuburan tanah, sebab bisa menjaga dan memperbaiki Ph tanah. Limbah hasil pertanian bisa berkurang, kualitas air bagus dan aman untuk dikonsumsi, dan meningkatkan populasi berbagai jenis organisme tanah. Hal itu semua disebabkan oleh budidaya tanaman organik tidak menggunakan bahan kimia. Dalam budidaya padi organik ini semua proses mulai dari pembibitan, penanaman, perawatan, hingga panen menggunakan produk yang ramah lingkungan dan tanpa menggunakan bahan kimia sama sekali. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik dalam alam atau kotoran hewan. Sedangkan proses panennya sama seperti padi non organik yakni menggunakan alat panen padi agar proses panen padi bisa dilakukan dengan mudah dan cepat.

Biaya Operasional yang Murah
Menerapkan pertanian secara aman dan sehat bisa menggunakan pupuk organik seperti kompos dan kandang. Pupuk tersebut bisa anda produksi sendiri karena bahannya mudah didapatkan di sekitar Anda. Jadi biaya yang harus dikeluarkan untuk pupuk bisa berkurang.

Baca Juga  Gowes Santai Meriahkan Peringatan HKN ke-58

“Dengan melihat berbagai keuntungan yang diperoleh dengan menerapkan pertanian secara organik khususnya budidaya padi organik, kini saatnya untuk memulai atau beralih,” pungkasnya.(gie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *