BERITACIANJUR.COM – Tayangan penganiayaan terhadap dua pelajar SMP yang dilakukan belasan remaja di belakang salah satu klinik di Kelurahan Bojongherang, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 29 detik tersebut memperlihatkan belasan remaja mencekik hingga memukul kedua korban, MR dan AP yang diketahui merupakan siswa SMPN 1 Cianjur. Kedua korban mengalami memar dan pusing akibat terkena pukulan di bagian kepala belakang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun beritacianjur.com, peristiwa kekerasan yang terjadi pada Senin (13/4/2026) siang tersebut dilakukan di depan sejumlah pelajar SD ketika bubaran sekolah.
Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Fajri Amelia Putra, membenarkan pihaknya telah menerima laporan resmi dari keluarga korban dan langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Setelah laporan kami terima, kejadian tersebut langsung didalami dan diproses lebih lanjut untuk mengidentifikasi pelaku. Kami secepatnya akan mengamankan pelaku dan mengungkap motifnya,” tegasnya.
Sementara itu, orangtua MR berinisial EY (35), membeberkan ketika anaknya menjadi korban penganiayaan oleh belasan remaja tak dikenal.
Menurutnya, sebelum kejadian sang anak dihubungi temannya untuk datang ke lokasi sekaligus sembari menjemput saudaranya. Tak sendiri, MR datang ke lokasi kejadian ditemani AP tanpa curiga apapun.
Setibanya di lokasi, sambung dia, teman dan saudaranya sedang dikerubungi belasan remaja yang diduga berusia pelajar SMA.
“Jadi pas datang itu anak saya ditantang berkelahi oleh salah seorang remaja yang katanya sudah SMA. Anak saya bilang tidak bisa berkelahi dan niatnya cuma mau menjemput keponakan. Tapi tiba-tiba malah ditampar dan dipukul kepala bagian belakang. Saudaranya juga dipukul sambil badannya didorong ke tembok,” bebernya, Jumat (17/4/2026).
Setelah kejadian, lanjut dia, kedua korban langsung pulang dan mengadukan tindak kekerasan yang dialami kepada orangtuanya.
“Saya langsung nanya sama anak, ada masalah atau tidak sebelumnya? Ternyata anak saya malah tidak kenal dengan para pelaku. Anak saya dianiaya tanpa alasan. Parahnya, penganiayaan dilakukan di depan siswa SD yang baru pulang sekolah dan berada di lokasi,” terangnya.
Dia berharap, semua pelaku penganiayaan bisa segera diproses hukum, terlebih anaknya mengalami pusing akibat kepala bagian belakang terkena pukulan.
“Tadi malam sudah kami laporkan dan kami juga sudah dimintai keterangan. Kami berharap pelaku diproses hukum,” pungkasnya.(gil)










