Dugaan Malapraktik di RSUD Cianjur Ternyata Tidak Benar, Ini Kronologi dan Pengakuan Pasien

BERITACIANJUR.COM – DUGAAN malapraktik di lingkungan RSUD Sayang Cianjur yang ramai diberitakan ternyata tidak benar. Fakta tersebut diketahui setelah keluarga pasien memberikan penjelasan dan mengakui ketidakpahamannya soal medis.

Seperti diketahui, ramai diberitakan seorang ibu asal Kampung Rancagoong RT 04 RW 04, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur diduga menjadi korban malapraktik saat melahirkan anaknya di RSUD Cianjur.

Suami pasien, GP (35) menegaskan, pihaknya tidak pernah memberikan penjelasan kepada siapapun bahwa istrinya merupakan korban malapraktik di RSUD. Ia mengaku hanya pernah bercerita kepada rekan soal kesalahan dugaannya bahwa ada kain kasa di bekas jahitan caesar sang istri.

“Saya mah orang awam kang, jadi intinya itu murni kesalahan saya dan ketidakpahaman saya. Saya pikir ada kain kasa yang ketinggalan di bekas luka istri, ternyata kata dokter itu spon. Karena awalnya saya kira itu kain kasa, lalu saya buang, padahal harusnya tidak boleh karena itu untuk menyerap nanah,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (9/12/2023).

Ia mengaku heran ketika akhirnya banyak pemberitaan yang menyebutkan istrinya merupakan korban malapraktik. Padahal, sambung dia, ia hanya menyampaikan kejadian sesuai dengan apa yang dipahaminya.

“Ini soal ketidakpahaman saya, akhirnya saya cerita apa adanya, tapi saya tidak pernah ngomong kalau istri saya ini korban malapraktik. Bahkan saya sangat berterima kasih kepada RSUD Sayang yang sebelum ramai berita pun kami dikasih keringanan biaya,” akunya.

Sementara itu, Direktur RSUD Sayang Cianjur, dr. Irvan Nur Fauzy membantah adanya malapraktik di lingkungan RSUD Sayang khususnya terhadap pasien persalinan, TS (34) yang ramai diberitakan.

“Kami sudah melaksanakan penanganan atau tindakan sesuai prosedur dan keadaan yang dibutuhkan oleh pasien,” katanya kepada wartawan, Sabtu (9/12/2023).

Baca Juga  Dicecar Komisi B, Jawaban Dirut PDAM Cianjur Dinilai Janggal

Terkait benda yang dikira keluarga pasien merupakan kain kasa, Irvan menjelaskan, benda tersebut merupakan bahan steril penyerap dan sangat lembut dengan struktur berlapis-lapis, yang memberikan efek menyerap dengan cepat exudate (cairan luka, red) dan darah pada perawatan luka.

“Saat ini kondisi pasien dalam keadaan baik dan rencana hari ini akan dilakukan penutupan luka. Untuk pembiayaan pasien akan dibebaskan sebagai bagian dari social responsibility rumah sakit,” pungkasnya.(gie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *