BERITACIANJUR.COM – Sebuah video beredar di media sosial (medsos) menampilkan ritual mandi rebus di Cianjur yang dipercaya dapat mengusir sihir dan aura negatif.
Sebelumnya, Cianjur juga pernah dihebohkan dengan ritual pemandian “celup rezeki” yang diklaim bisa mendatangkan kekayaan dan mempermudah urusan jodoh.
Sama seperti ritual pemandian celup rezeki, kemunculan ritual mandi rebus ini juga menimbulkan beragam reaksi warganet usai videonya beredar di medsos.
Dalam video, terlihat seorang pria tengah berendam di atas tong yang bagian bawahnya tampak dipanaskan menggunakan tungku kompor.
Narasi video yang diposting akun Instagram @riwayatahli menyebutkan ritual mandi rebus atau ‘terapi godog’ bisa menetralisir sihir dan hawa negatif. Hal itulah yang memancing beragam reaksi warganet, mulai dari komentar negatif hingga komentar bercanda. “Kasih garam, royco, terasi dikit,” tulis akun Instagram @tokokd.
Berdasarkan pantauan beritacianjur.com, lokasi terapi mandi rebus itu berada di Padepokan Lahir Batin, tepatnya di Kampung Cikole, Desa Cibinonghilir, Kecamatan Cilaku, Cianjur.
Pimpinan Padepokan Lahir Batin, Idim Dimyati, mengatakan ritual mandi rebus yang viral itu tak hanya untuk mengusir sihir saja, namun juga sebagai aktivitas pengobatan alternatif untuk berbagai penyakit.
“Iya memang ada terapi mandi rebus untuk mengusir sihir bagi pasien yang merasa terkena gangguan jin atau sihir. Biasanya itu pakai garam juga saat terapi godognya. Di sini juga bisa sebagai pengobatan alternatif untuk segala macam penyakit,” ujar Idim saat ditemui di padepokannya, Senin (13/4/2026).
“Yang ke sini juga banyak pasien yang mengeluhkan berbagai penyakit seperti stroke, asam urat, nyeri sendi, dan berbagai penyakit lainnya. Nah di sini kita lakukan pengobatan alternatif,” tambahnya.
Menurutnya, setiap proses tahapan pengobatan di padepokannya tersebut dilakukan sesuai dengal keilmuan yang jelas, atau lebih tepatnya dengan membacakan mantra yang didasari dari ayat-ayat suci Al-Qur’an.
“Jadi setiap kita lakukan pemandian atau terapi mandi rebus ini kita juga selalu membacakan ayat suci Al-Quran mau apapun itu segala macam penyakitnya,” imbuhnya.
Aktivitas atau praktik pengobatan yang dilakukan terhadap pasien di padepokannya, sambung dia, berdasarkan referensi dari gurunya yang ia pelajari sebelumnya. Bahkan pengobatan di padepokannya tersebut kini sudah berjalan selama 25 tahun.
“Berjalan mulai tahun 2000 yang lalu. Awalnya dulu rumah pijit, yang terapinya pakai palu pahat. Karena istri sering ngomen gitu kan dulu tuh, kasihan lah katanya kalau pakai palu takutnya kena kepala nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga saya coba buka praktik ini yang sudah saya pelajari melalui guru saya dulu,” ungkapnya.
Seiring berjalannya waktu, lanjut dia, tempat terapi di padepokannya tersebut semakin dikenal oleh masyarakat luas. Tak hanya warga Cianjur saja yang berdatangan untuk terapi, bahkan banyak juga warga yang berasal dari berbagai mancanegara.
“Alhamdulillah setiap harinya ramai terus pasien yang berdatangan bahkan dari berbagai negara, ada yang dari Arab, Belanda, Malaysia, dan masih banyak lagi,” paparnya.
Pihaknya mengaku tidak memungut biaya atau mematok harga terhadap pasien untuk pengobatan di padepokannya tersebut. Karena baginya menolong orang itu menjadi hal yang paling utama.
“Selama ini kita selalu menerima pasien dari berbagai kalangan, kalau memang pasien keberatan membayarnya, ya kita tidak mematok dan kita menerima seikhlasnya saja,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya pada Januari 2026 lalu, ritual pemandian ‘celup rezeki’ di Cianjur yang diklaim bisa mendatangkan kekayaan dan mempermudah urusan jodoh membuat warganet heboh dan muncul tudingan sesat.
Video ritual ‘celup rezeki’ yang memperlihatkan seorang pria tengah berendam di sebuah kolam viral di media sosial. Tampak juga seorang lelaki yang memegang kepala orang yang berendam tersebut sambil membacakan doa.
Narasi dalam video yang menyebutkan ritual ‘celup rezeki’ bisa mendatangkan kekayaan dan jodoh, mengundang beragam reaksi warganet. Bahkan ada yang menyebutkan ritual tersebut sesat dan musyrik.
Berdasarkan pantauan beritacianjur.com, diketahui ritual ‘celup rezeki’ itu berlokasi di Padepokan Lembah Dzikir, di Kampung Salahuni, Desa Babakan Karet, Kecamatan/Kabupaten Cianjur.
Pimpinan Padepokan Lembah Dzikir, H. Nasrudin membantah adanya praktik sesat di tempatnya. Pria yang karib disapa Kang Jimam menyebutkan, proses mandi celup yang viral merupakan riyadhoh atau proses pelatihan spiritual.
“Video yang viral di medsos itu sebenarnya merupakan proses mandi tobat. Jadi peserta atau jemaah yang saya mandikan itu sedang melakukan rangkaian riyadhoh. Kegiatannya juga bukan hanya mandi, melainkan ada beberapa hal yang wajib dilakukan berdasarkan keilmuan agama,” ujarnya saat ditemui di padepokannya.(gil)










