Hari Ke-4 Penanganan Gempa Cianjur, BNPB: 272 Meninggal, 39 Masih dalam Pencarian

BERITACIANJUR.COM – BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terakhir pada hari keempat penanganan gempa bumi di Cianjur. Data terbaru, korban meninggal dunia berjumlah 272 orang.

Kepala BNPB, Suharyanto mengatakan, penambahan tersebut terjadi karena pada hari ini ditemukan 1 jenazah atas nama Nining (64). Dari 272 orang meninggal dunia tersebut, sambung dia, 165 orang sudah bisa teridentifikasi, sedangkan 107 belum teridentifikasi.

“Untuk korban hilang, dari 40 menjadi 39 orang. Dari 39 itu sudah teridentifikasi, semuanya warga Cijedil Cugenang dan ada 7 warga lain yang melintas di sekitar itu saat kejadian longsor. Soal hal itu ada saksi matanya,” ujarnya saat konferensi pers di Pendopo Cianjur, Kamis (24/11/2022).

Terkait korban luka, ia menyebutkan berjumlah 2.046 orang dan warga pengungsi masih mencapai 62.545 orang. Untuk infrastruktur yang rusak, yakni sekolah 31 unit, tempat ibadah 124 unit, fasilitas kesehatan 3 unit, gedung kantor 13 unit dan kecamatan terdampak 15.

Sementara materil, ia menyampaikan sebanyak 56.311 rumah rusak, yang terdiri dari 22.267 rusak berat, sedang 11.836, dan ingan 22.208, “Ini data laporan dari desa dan camat langsung ke posko utama. tentu saja akan diverifikasi dengan batasan yang sudah ada, ada peraturan kementerian PUPR untuk mengidentifikasi mana kategori rumah rusak berat, sedang atau ringan. Jumlah ini bisa saja berubah karena masih berlanjut,” bebernya.

Suharyanto menegaskan, pada hari keempat penanganan gempa Cianjur, pihaknya masih menggerakkan 6.000 orang tim bertugas, salah satunya dalam pencarian 39 orang yang masih dalam pencarian. Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan pendistribusian logistik.

“Hari ini cuacanya hujan, akses juga sulit. Tapi mudah-mudahan bisa segera ditemukan semuanya,” ujarnya.

Baca Juga  Mendagri: Berkunjung ke Luar Negeri Timbulkan Risiko Besar

Terkait pencarian, ia mengimbau dan meminta bantuan kepada semua warga yang anggota keluarganya hilang, untuk segera melapor ke posko. Warga yang keluarganya meninggal, lanjut dia, agar segera melengkapi surat pernyataan kematian dari fasilitas kesehatan setempat.

“Surat pernyataan kematian tersebut berkaitan dengan bantuan, santunan atau asuransi jiwa, dan juga untuk kepentingan lainnya,” pungkasnya.(gie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.