Jalan Rusak, Rawan Longsor dan Minim Penerangan, Jalur Puncak II Tidak Direkomendasikan Jadi Alternatif Mudik

BERITACIANJUR.COM – Jalur Puncak II tidak direkomendasikan untuk digunakan jalur alternatif mudik dan arus balik Lebaran Idul Fitri 2026. Hal itu disebabkan kondisi jalan rusak, rawan longor serta minim penerangan jalan umum (PJU).

Kasat Lantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, saat pihaknya melakukan pengecekan jalur, kondisi jalur di Puncak II tidak memungkinkan untuk dijadikan sebagai jalur alternatif yang sebelumnya sempat direkomendasikan.

“Awalnya Jalur Puncak II akan dijadikan alternatif jika Jalur Puncak I mengalami kemacetan atau lonjakan pemudik. Namun saat dilakukan pengecekan, kondisi di lapangan ternyata berbeda atau belum dapat dijadikan sebagai jalur alternatif saat mudik hingga arus balik,” ujar Aang, Sabtu (7/3/2026).

Ia menuturkan, walaupun existing jalur Puncak II memang sebelumnya sudah dibangun dan diperlebar, namun kondisi jalur yang rusak terpantau saat memasuki perbatasan. Bahkan terdapat juga beberapa titik rawan longsor.

“Sebenarnya yang jalur masuk dari Cianjurnya sudah bagus, jalannya dibeton dan lebar. Tapi ke sananya masih rusak parah. Ditambah tanah yang longsor membuat jalan menjadi licin, memang longsorannya hanya longsoran kecil, tapi tetap membahayakan,” tuturnya.

Selain itu, Aang menegaskan, di jalur tersebut juga masih minim penerangan, sehingga dapat berpotensi membahayakan para pengendara yang melintas ketika malam hari.

“Banyak jalan berkelok dengan di sampingnya tebing hingga jurang, dan banyak yang terjal. Jadi bahaya jika melintas malam hari dengan kondisi penerangan minim,” tegasnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya akan mengerahkan para pengendara dari Cianjur menuju Jakarta ke jalur alternatif lainnya untuk mengantisipasi kemacetan di jalur Puncak saat momen mudik hingga arus balik Idul Fitri 2026.

“Jika volume kendaraan tinggi dan ekor antrean sudah memadat di jalur Cipanas, kami akan langsung alihkan pengendara dan kami tetap akan jadikan Jonggol dan Sukabumi sebagai jalur alternatif utama,” pungkasnya.(gil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Timeline