BERITACIANJUR.COM – Jalur kereta api (KA) pada petak jalan antara Stasiun Cibeber dan Stasiun Lampegan kembali tak bisa dilalui. Hal itu diakibatkan penanganan darurat gogosan pada rel sebelumnya kembali diterjang longsor.
Humasda KAI Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan peristiwa tersebut menyebabkan pemberangkatan KA Siliwangi pada Kamis (23/4/2026) dibatalkan demi keselamatan.
“Iya terjadi lagi gogosan di lokasi kemarin. Karena menyangkut keselamatan penumpang, akhirnya hari ini diputuskan pembatalan pemberangkatan KA Siliwangi,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Tanggul yang dibangun untuk penanganan darurat gogosan sebelumnya yang kembali longsor, sambung dia, dipicu hujan deras yang terus mengguyur sejak Rabu (22/4/2026) malam hingga Kamis (23/4/2026) dini hari.
Ia menyebutkan, agar KA Siliwangi bisa kembali beroperasi dan melayani penumpang dari Cianjur, Sukabumi, dan Kabupaten Bandung Barat, saat ini KAI Daop 2 Bandung tengah melakukan penanganan longsoran.
“Penangan yang saat ini dilakukan adalah pengisian batu dan material lainnya, serta mengupayakan pemadatan lokasi. Jadi agar jalur dapat segera dilalui kembali oleh perjalanan kereta api, tim prasarana saat ini terus bekerja secara intensif di lokasi,” terangnya.
Akibat adanya pembatalan pemberangkatan KA Siliwangi, ia memberitahukan bahwa pelanggan yang terdampak dapat melakukan pembatalan tiket dengan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen di luar biaya pemesanan dengan waktu pembatalan 7×24 jam dari jadwal KA yang dibatalkan.
“KAI mengimbau pelanggan untuk terus memantau informasi terbaru terkait operasional perjalanan kereta api melalui kanal resmi KAI. Untuk pembatalan, prosesnya dapat dilakukan melalui loket stasiun maupun pada layanan pelanggan,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, jalur kereta api (KA) pada petak jalan antara Stasiun Cibeber dan Stasiun Lampegan untuk sementara tidak dapat dilalui, akibat adanya gogosan pada jalur rel tepatnya di km 74+9/0 petak jalan Cibeber-Lampegan.
Hal tersebut disampaikan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung melalui keterangan tertulisnya, Minggu (19/4/2026).
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama perusahaan.
“Keselamatan merupakan hal yang tidak dapat ditawar. Untuk itu, jalur pada petak jalan Cibeber–Lampegan kami nyatakan tidak dapat dilalui sementara waktu hingga proses perbaikan selesai dilakukan,” ujarnya.
Informasi awal mengenai kondisi tersebut pertama kali diterima oleh petugas di lapangan saat melaksanakan patroli rutin pemeriksaan jalur pada Minggu (19/4/2026) pukul 19.55 Wib.
Petugas menemukan adanya struktur jalur rel yang tidak sesuai akibat gogosan dan berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan kereta api.
Sekadar informasi, gogosan adalah istilah teknis untuk kondisi tanah atau tebing di bawah jalur kereta api yang terkikis, longsor, atar berlubang akibat aliran air, seringkali dipicu oleh hujan deras.(gil)







