BERITACIANJUR.COM – Jelang puasa Ramadan, penjualan daging sapi di Pasar Muka Cianjur masih terpantau sepi pembeli.
Hal tersebut diduga karena sedang naiknya harga daging sapi yang kini menembus harga Rp150 ribu per kilogram.
Hal itu disampaikan oleh Saripudin (35), salah seorang pedagang daging sapi. Menurutnya, tahun ini tingkat penjualan mengalami penurunan jika dibandingkan dari tahun sebelumnya.
“Iya tahun ini tingkat penjualan masih sepi, bisa dibilang menurun jika dibandingkan pada 2018-2024 lalu,” ujar Saripudin kepada wartawan, Selasa (25/2/2025).
Menurutnya, sebelum pandemi Covid-19 tepatnya pada bulan puasa 2018, ia bisa mendapatkan penghasilan sebesar Rp20 juta per harinya. Namun, pasca-pandemi, omzetnya menurun hingga Rp10 juta.
“Bulan puasa di 2018 saya bisa dapat Rp20 juta per hari, tapi saat pandemi menurun di angka Rp10 juta. Di bulan puasa tahun ini juga malah lebih parah penurunannya,” paparnya.
Saripudin mengungkapkan, di tahun ini hasil pendapatan perharinya hanya mentok di Rp5 juta. Hal itu diperkirakan akibat harga daging sapi yang mulai melonjak naik, sehingga konsumen pun mulai berkurang.
“Mungkin karena harga saat ini naik, jadi penghasilan pun turut menurun. Dulu harga sapi paling mahal Rp113.000, sedangkan saat ini harga naik di angka Rp130.000 hingga Rp150.000 per kilogram,” ungkapnya.
Hal yang sama dikeluhkan oleh Yudi (47) seorang pedagang daging sapi. Selain omzet pendapatan per harinya menurun, harga daging sapi yang semakin mahal membuat ia ketakutan kehilangan konsumen.
Pasalnya, tahun lalu harga daging sapi masih terbilang cukup murah. Sehingga banyak konsumen yang berburu membeli dengan harga terjangkau apalagi pada bulan suci Ramadan.
“Saat ini kami takut dan terpaksa menaikan harga daging karena pasti konsumen pada kabur, sehingga berpengaruh kepada omzet. Saya juga saat ini masih menjual daging di harga Rp130.000 sampai Rp140.000 per kilogram,” tuturnya.
Menjelang Idul Fitri, sambungnya, di tahun sebelumnya biasanya pendapatan mulai naik. Namun jika merujuk pada momen saat ini, ia tidak bisa mengira momen keuntungan tersebut dapat terulang di tahun sekarang.
“Dulu mah biasanya pas mau lebaran pasti ramai, tingkat penjualan juga tinggi. Tapi sekarang saya enggak bisa mengira, bakalan ramai atau sepi, yang pasti saya berharap konsumen bertambah tahun ini,” pungkasnya.(gil/gap)







