Kebakaran Ponpes dan Rumah Guru Ngaji di Bojongpicung Diduga akibat Korsleting Listrik, Kerugian Capai Rp250 Juta

BERITACIANJUR.COM – Kebakaran melanda Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Furqan Nurul Bayyan dan rumah milik guru ngaji, Abdul Goni Ma’sum di Kampung Belendung, RT 004/RW 005, Desa Jatisari, Kecamatan Bojongpicung, Cianjur, Jumat (24/7/2026) sore.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp250 juta.

Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur, Budianto, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, objek yang terbakar terdiri dari satu unit rumah milik Abdul Goni Ma’sum (42) beserta satu bangunan pondok pesantren yang posisinya berdampingan dengan luas area sekitar 250 meter persegi.

“Objek yang terbakar terdiri dari satu unit rumah dan satu bangunan pondok pesantren yang posisinya berdampingan. Luas area yang terbakar sekitar 250 meter persegi. Dugaan sementara penyebab kebakaran akibat korsleting listrik dan tidak ada korban jiwa,” kata Budianto kepada beritacianjur.com, Jumat (24/7/2026).

Sementara itu, Anggota Damkar Pos WMK 2 Ciranjang, Achmad Zaeni K, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 16.29 WIB. Setelah melakukan persiapan sekitar lima menit, petugas langsung menuju lokasi dan tiba pada pukul 16.45 WIB.

“Setelah menerima laporan, petugas melakukan persiapan sekitar lima menit, kemudian berangkat menuju lokasi dan tiba pada pukul 16.45 WIB. Jarak tempuh menuju lokasi sekitar delapan kilometer,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran, empat personel damkar, serta dibantu dua anggota relawan kebakaran (Redkar).

Zaeni menuturkan, api pertama kali terlihat berasal dari bangunan pondok pesantren sebelum kemudian merembet ke rumah guru ngaji yang berada tepat di sampingnya.

“Bangunan yang terbakar terdiri dari rumah guru yang berdampingan dengan pondok pesantren. Api awal berasal dari pondok pesantren, kemudian merembet ke rumah guru ngaji di sebelahnya. Bangunan pondok pesantren itu dua lantai dengan konstruksi semi permanen,” pungkasnya.(zal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Timeline