Ketika 7 Tahanan PN Cianjur Jebol Teralis Sel, Ada 19 Tahanan Lainnya yang Menolak Kabur

BERITACIANJUR.COM – Di balik kaburnya tujuh tahanan yang berhasil menjebol teralis sel Pengadilan Negeri (PN) Cianjur, Senin (25/3/2024) lalu, ternyata ada 19 tahanan lainnya yang tidak ikut kabur. Mereka memilih untuk tetap berada di ruang tahanan menghadapi proses hukum atas kasusnya.

Salah seorang tahanan kasus penganiayaan, H mengatakan, jumlah tahanan di saat peristiwa kaburnya tahanan PN yakni sebanyak 26 tahanan. Mereka tengah menjalani persidangan di PN Cianjur.

“Jadi termasuk dengan yang kabur itu ada 26 orang tahanan yang sidang. Saat itu memang ada banyak sidang. Beberapa di antaranya sidang putusan atau vonis,” ujar H, Selasa (2/4/2024).

Di beberapa persidangan, sambung dia, ketujuh tahanan yang merupakan terdakwa kasus pencurian dengan pemberatan itu selalu terlihat bersama di pojok ruang tahanan, tepatnya di dekat toilet.

“Tidak ada yang curiga itu karena dari Minggu sebelumnya pun mereka suka kumpulnya di sana (ruang pojok tahanan, red),” ungkapnya.

Meski mengaku tidak melihat secara langsung saat tujuh tahanan kabur, namun H mengaku mendengar suara jatuh dari belakang toilet.

“Saya mendengar orang yang mendarat ke tanah setelah lompat. Dari situ baru sadar kalau mereka kabur. Kalau waktu lompatnya saya tidak melihat,” terangnya.

Ketika sudah tahu ada tahanan yang kabur, sambung dia, tahanan lain tidak berniat turut kabur dan memilih untuk tetap berada di ruang tahanan.

“Hanya tujuh tahanan yang kabur, kalau yang 19 tahanan termasuk saya memilih untuk tidak kabur. Padahal kalau mau bisa saja ikut kabur dan tidak akan ketahuan juga, petugas juga kan tahu setelah ada tahanan yang melapor,” ucapnya.

Menurutnya, kabur bukan solusi dan akan membuat hidup tidak tenang. Alhasil H dan tahanan lainnya lebih memilih untuk menghadapi proses persidangan dan menjalani hukuman atas perbuatan yang dilakukannya.

“Kalau ikut kabur tuh percuma, soalnya tidak akan tenang hidup. Mending jalani hukuman, ditambah kan di lapas juga dibina. Bahkan di Lapas Cianjur ada pesantren, jadi sekalian belajar ngaji karena belum lancar ngaji. Berharap bisa jadi lebih baik lagi setelah menjalani hukuman,” ucapnya.

Sementara itu, tahanan lainnya yang tidak turut kabur, A (21) mengaku langsung menolak ajakan kabur dari salah seorang tahanan yang kabur.

“Jadi saat mereka mau kabur, ada yang ngajak, mau kabur gak katanya. Saya bilang saja gak mau. Mendingan ikuti proses hukum,” akunya.

Meski mengaku melihat tahanan terakhir saat kabur, ia tidak langsung melapor lantaran takut. “Mau lapor juga takut, mereka kan serem-serem orangnya. Karena takut bakal ketemu lagi di lapas, makanya tahanan yang tidak kabur baru berani lapor setelah semuanya lompat dari teralis,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak tujuh tahanan kabur usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Cianjur, Senin (25/3/2024) sore. Para tahanan tersebut diduga kabur dengan cara menjebol teralis kamar mandi sel tahanan PN Cianjur.

Tujuh tahanan itu masing-masing bernama Raihan Triyandi alias Ogut, Akbar Maulana, Riko Permana, Yeri Abdul alias Jeri, Ujang Irfan alias Boncel, Asep Gunawan alias Haji, dan Rifki Mahesa alias Iki.

Sementara itu satu dari tujuh tahanan yang berhasil menjebol teralis sel Pengadilan Negeri (PN) Cianjur berhasil diamankan di Kampung Benda, Desa Jamali, Kecamatan Mande, Cianjur Selasa (26/3/2024) sekitar pukul 23.00 Wib.

Tahanan tersebut bernama Asep Gunawan alias Haji. Awal keberadaannya diketahui saat ia hendak membeli makan. Warga yang mengenalinya dari foto dan identitas yang disebar langsung melapor ke pihak kepolisian.(gil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Timeline