BERITACIANJUR.COM – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait datangi penyintas gempa di Hunian Tetap (Huntap) Desa Babakan Karet, Kecamatan Cianjur, Kamis (21/11/2024). Temuan kualitas air yang buruk pun terungkap.
Maruarar langsung fokus menyoroti kualitas air yang dikeluhkan warga, pasalnya air yang disedot dari tanah menggunakan pompa tersebut berwarna kuning, berbau dan terkadang berbuih.
Dengan nada tinggi, ia langsung menyanyakan penyebab dan solusi agar airnya bisa layak kepada Dirjen Perumahan Kementerian PUPR, kontraktor serta dinas terkait. Bahkan Kepala Dinas Perkim Cianjur diminta langsung untuk mengecek kondisi air di Huntap penyintas gempa yang direlokasi.
“Pa Pj Bupati Cianjur juga melihat langsung, tadi sudah dicek. Akhirnya kita sepakat airnya itu memang kuning. Dan tadi saya tanyakan kepada warga, apakah mau mengonsumsi atau menggunakannya, tidak mau,” ujarnya kepada wartawan.
Setelah berdiskusi, sambung dia, akhirnya muncul solusi yakni Kementerian PUPR dan Pemkab Cianjur menyiapkan anggaran untuk penyediaan air bersih.
“Dari Kementerian akan menyiapkan anggaran, Pemkab Cianjur segera mengusulkan. Dari Pemkab juga tadi akan disepakati menyiapkan anggaran untuk penyediaan air bersih. Jadi sudah disiapkan solusi,” kata dia.
Sementara itu, salah seorang warga Huntap Babakankaret, Nurul Aisyah (24) mengatakan, kondisi air yang berbau tersebut sudah terjadi sejak awal pindah ke huntap.
“Hanya dipakai untuk mandi karena warnanya kuning dan berbau. Itu juga kadang jadi bikin kulit merah dan gatal. Sumur bor juga dangkal, padahal ini bekas rawa harusnya lebih dalam sumurnya biar jernih. Saya harap setelah Pak Menteri datang akan diperbaiki untuk urusan air. Supaya tidak harus selalu beli untuk air bersih,” harapnya.(gil)










