BERITACIANJUR.COM – Selain mengungkap temuan adanya adonan semen purba yang menjadi perekat struktur bangunan di Situs Megalitikum Gunung Padang, yang diduga berusia 5.900 sebelum masehi, tim peneliti juga menyebutkan keberadaan situs yang berlokasi di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Cianjur ini sudah ada sebelum kerajaan-kerajaan Sunda lahir.
Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Peneliti Situs Megalitikum Gunung Padang, Ali Akbar, saat melakukan tahap awal pemugaran dalam proses penelitian lanjutan sejak Sabtu (2/8/2025) lalu.
Meski menyebutkan keberadaan Situs Gunung Padang sudah ada lebih dulu sebelum kerajaan-kerajaan Sunda, namun Ali belum mengetahui pasti nama peradaban atau kerajaan yang yang saat itu membuat Situs Gunung Padang.
“Kemungkinan memang lebih tua dari kerajaan Sunda, tapi kita tidak tahu apa namanya karena sebelum masyarakat yang ada sekarang itu, ada juga masyarakat lain yang mungkin pernah tinggal di sini,” ungkapnya.
Selain karena usianya ribuan tahun sebelum masehi, sambung dia, kesulitan untuk mengetahuinya disebabkan peradaban saat itu tidak meninggalkan prasasti atau catatan-catatan sehingga perlu diteliti lebih lanjut.
“Jadi mungkin peradaban itu merupakan lanjutan dari masyarakat-masyarakat sekarang, ya kita tidak tahu pasti. Sehingga untuk sementara kita sebut saja peradaban itu adalah masyarakat yang membuat Situs Gunung Padang ini,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Tim Peneliti Situs Megalitikum Gunung Padang menemukan adanya adonan semen purba yang menjadi perekat struktur bangunan di Situs Megalitikum Gunung Padang, yang diduga berusia 5.900 sebelum masehi.
Ketua Tim Peneliti Situs Megalitikum Gunung Padang, Ali Akbar, menjelaskan hal tersebut menandakan bahwa adanya peradaban maju pada zaman itu, yang membuat adonan semen untuk memperkuat lapisan-lapisan struktur bangunan atau batu-batu yang tersusun di Situs Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.
“Setelah kita ekskavasi (penggalian) di teras 2, ternyata lebih banyak lagi tuh semen purba. Bahkan kita juga kaget ketika melihat di lapisan yang lebih tua lagi, ternyata ada buatan manusia dan struktur bangunannya itu dikasih semacam perekat yang terbuat dari semen purba yang usianya 5.900 sebelum masehi,” ujar Ali kepada wartawan, belum lama ini.
Hal yang lebih menakjubkan lagi, sambung dia, bahan perekat semen purba tersebut sebelumnya tidak pernah ditemukan di daerah atau di negara-negara lain.
“Struktur yang usianya 5.900 sebelum masehi saja sudah lebih tua dari Piramida Mesir, ditambah lagi ada teknologi untuk melapisi atau memperkuat lapisan struktur bangunannya. Jelas itu sangat menakjubkan,” ungkapnya.(gil)







