Pengunduran Diri Kadinkes Cianjur Dinilai Janggal, Ada Tekanan? Plt Kepala BKPSDM Menyimpulkan Seperti Ini

BERITACIANJUR.COM – Pengunduran diri Yusman Faisal sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur dinilai janggal. Hingga saat ini, penyebab pasti Yusman mengundurkan diri belum terungkap.

Seperti diketahui, kabar Yusman mundur dari jabatannya sudah ramai diberitakan. Namun belum ada penjelasan secara langsung dari Yusman terkait alasannya mengundurkan diri. Berita Cianjur mencoba mengonfirmasi Yusman, namun belum direspon hingga berita ini diturunkan.

Plt. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Cianjur, Akos Koswara, menyebutkan alasan Yusman mengundurkan diri karena kekurangmampuan dalam mengelola administrasi di Dinkes Cianjur.

Bahkan, Akos menyimpulkan, Yusman mengundurkan diri karena ingin lebih santai dalam pekerjaannya dan meminta dipindahkan tugas ke dinas lain.

“Surat pengundurannya sudah sekitar sebulan lalu. Kalau dari suratnya sih kalau tidak salah alasannya karena kekurangmampuan. Mungkin ingin lebih santai pekerjaannya. Untuk SK pemberhentiannya turun 8 Juli 2025,“ ujarnya saat dihubungi beritacianjur.com, Kamis (10/7/2025).

Akos menegaskan, Yusman masih berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) karena pengunduran dirinya hanya melepaskan jabatannya sebagai Kadinkes. Saat ini, sambung dia, Yusman sebagai dokter fungsional di RSUD Sayang Cianjur.

“Sebagai gantinya karena tidak boleh ada kekosongan jabatan, dr. I Made Setiawan yang merupakan Kepala Puskesmas Ciherang, Karangtengah, ditunjuk sebagai Plt. Kadinkes Cianjur,“ jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pusat Kajian Kebijakan Publik, Cianjur Riset Center (CRC), Anton Ramadhan, menilai pengunduran diri Kadinkes Cianjur sangat janggal dan memunculkan sejumlah tanya.

Menurutnya, salah satu kejanggalannya saat Plt. BKPSDM Cianjur menyebutkan secara vulgar bahwa kemunduran diri Yusman karena kekurangmampuan dalam mengelola administrasi di Dinkes Cianjur.

“Biasanya sesama pejabat ini saling melindungi atau minimal memilih bahasa yang halus. Ini Kepala BKPSDM secara vulgar menyebut kekurangmampuan Yusman, bahkan di media lain menyebut ketidakmampuan Yusman. Kepala BKPSDM juga sampai berani menyimpulkan bahwa Yusman ingin pekerjaan lebih santai. Ada apa?” tegasnya.

Ketika fakta atau alasan pasti dari Yusman belum diketahui, sambung Anton, seharusnya seorang Kepala BKPSDM tidak berani menyimpulkan apalagi hal itu berkaitan dengan nama baik seseorang.

“Masa iya sih mundur dari kepala dinas karena ingin pekerjaan yang lebih tenang. Apalagi itu belum tentu benar, tapi sudah berani beropini atau menyimpulkan. Harusnya seorang pejabat bisa menjaga nama baik bukan malah merusak nama baik. Kalau sudah dipastikan faktanya sih tidak masalah,“ ungkapnya.

Kejanggalan lainnya, lanjut Anton, Yusman bukan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur pertama yang mengundurkan diri. Sebelumnya, ada dua pejabat lainnya yang melakukan hal serupa.

“Sebelum Yusman, ada Yogeswara Soeharto yang mundur dari jabatan Dirut RSUD Cimacan dan Jan Izaac Ferdinandus mundur sebagai Dirut RSUD Pagelaran. Jadi, apakah ini mundur biasa, karena politis, atau mungkin ada tekanan? Ingat, mereka mundur setelah Bupati dan Wabupnya berganti,“ bebernya.

Anton menambahkan, Yusman menjadi salah satu kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang belum bisa dirotasi atau dimutasi oleh kepala daerah, karena belum mengikuti uji kompetensi.

“Kemarin-kemarin kan ada rotasi mutasi pejabat. Nah, Yusman ini belum bisa dirotasi karena salah satu syaratnya harus uji kompetensi. Fakta tersebut memunculkan tanda tanya, benar mundur biasa, ada masalah, atau dipaksa mundur karena jika dirotasi dan dimutasi belum bisa?” tutupnya.(gie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *