BERITACIANJUR.COM – Puncak acara HUT ke-80 Republik Indonesia dan Milad Desa Sukaratu, Kecamatan Gekbrong menjadi momen perpisahan mengharukan antara mahasiswa KKN Universitas (Unsur) Cianjur dengan para warga.
Pasalnya, selama masa KKN, begitu banyak agenda kegiatan bersama yang dilakukan mahasiswa bagi kemajuan warga Desa Sukaratu di berbagai sektor kehidupan dengan mengusung nilai-nilai luhur Sunda yakni silih asah, silih asih, silih asuh.
Di puncak acara perayaan, berbagai acara turut digelar. Mulai dari pawai rawat bumi dan pawai obor, yang menjadi simbol komitmen kolektif masyarakat untuk saling menguatkan dan merawat lingkungan.
Dalam pawai ini, ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalan, membawa obor dan berbagai properti hasil karya lokal sebagai bentuk partisipasi aktif.
Di malam hari, suguhan pertunjukan seni wayang golek tak kalah lebih meriah, bahkan menjadi daya tarik utama perayaan HUT ke-80 RI dan Milad Desa Sukaratu.
“Saya kira kesenian dan kebudayaan, khususnya wayang golek ini, memang harus kita jaga. Terutama di Cianjur, banyak sekali seniman-seniman yang perlu perhatian,” ujar tokoh seniman Cianjur, Andi Biantara Putra, Lamis (28/8/2025).
Andi menambahkan, dukungan dari pemerintah sangat dibutuhkan agar warisan budaya ini tidak punah.
“Semoga pemerintah daerah lebih memberikan perhatian khusus kepada para seniman dan pegiat budaya di Cianjur yang selama ini telah bergotong-royong menjaga tradisi,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Sukaratu, Ojang Muplihudin menyampaikan pesan perpisahan yang mengharukan kepada para mahasiswa KKN yang telah berkontribusi besar selama berada di desa.
“Kehadiran mereka tidak hanya membantu dalam berbagai program kerja, tetapi juga memperkaya interaksi sosial dan budaya di Desa Sukaratu,” paparnya.
“Melalui acara ini, Desa Sukaratu tidak hanya merayakan hari jadi dan kemerdekaan, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk memajukan desa sambil tetap berpegang teguh pada akar budaya dan nilai-nilai luhur para leluhur,” tandasnya.(Mahasiswa KKN Unsur Cianjur/gap)










