BERITACIANJUR.COM – Dalam acara peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 yang digelar di Universitas Suryakencana (Unsur), Senin (1/12/2025), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur optimistis menargetkan Ending AIDS pada 2030 mendatang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur, Javed Sumawe Matapung mengatakan, saat ini Kabupaten Cianjur tengah mengalami tren peningkatan jumlah kasus HIV/AIDS setiap tahunnya.
Menurutnya, sejak 2001 hingga 2025 tercatat sebanyak 2.457 kasus yang mayoritas dialami oleh kalangan produktif.
“Walaupun faktanya jumlah kasus setiap tahunnya meningkat, kita harus tetap optimistis mencapai target Ending AIDS. Langkah kongkretnya yaitu kita harus mengajak semua elemen, masyarakat untuk bergerak menyosialisasikan terkait penanggulangan HIV/AIDS,” ujar Javed, kepada wartawan.
Setiap tahun, lanjutnya, Dinkes Cianjur secara rutin terus melakukan screening terhadap para kelompok rentan, agar dapat mendeteksi populasi HIV/AIDS yang kemungkinan terus bertambah kasusnya.
“Tren peningkatan kasus itu kan bisa dilihat dari hasil screening. Jadi semakin sering kita melakukan screening, otomatis akan semakin banyak orang yang terinfeksi itu diketahui dan akhirnya bisa kita untuk lakukan pengobatan,” tuturnya.
Optimalkan Kesadaran Terhadap HIV/AIDS
Wakil Bupati Cianjur, Ramzi Geys Thebe mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kasus HIV/AIDS yang saat ini banyak dialami oleh berbagai kalangan masyarakat.
“Kasihan tadi, ada warga yang tidak pernah menderita namun jadi tertular, misalnya istri yang tertular baik dari suaminya, atau dari suntik, dan faktor lainnya. Apalagi kalau faktor dari penyimpangan seks, itu juga yang buat saya pribadi agak khawatir juga ya,” jelasnya.
Sebab itu, sebagai langkah untuk terbebas dari kasus tersebut, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat agar lebih mengoptimalkan kesadarannya terhadap kasus HIV/AIDS.
“Kegiatan ini targetnya sendiri yaitu zero kasus. Kita berharap seperti itu, dan pemerintah daerah akan terus berupaya untuk mengoptimalkan pencegahan kasus yang berkelanjutan,” paparnya.
Permudah Pelayanan Obat bagi Pengidap HIV/AIDS
Terpisah, Kepala Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Cianjur, Hilman mengatakan, saat ini untuk mencapai target Ending AIDS, pihaknya akan terus bekerja sama dengan Dinkes Cianjur dalam menggencarkan pelayanan untuk para pengidap HIV/AIDS.
“Yang pertama kita harus merangkul teman-teman yang diperkirakan mengidap HIV/AIDS, dan meningkatkan layanan dengan Dinkes Cianjur. Sekarang sudah hampir tersebar di puluhan daerah agar bisa tes HIV/AID lengkap dengan pengambilan obatnya,” tandasnya.(gil/gap)








