oleh

Ratusan Pohon Ditebang, Tak Semuanya Kantongi Izin

Beritacianjur.com – Ternyata, penebangan ratusan pohon milik Pemkab Cianjur yang ada di sejumlah ruas jalan di kawasan Cianjur kota, tak semuanya berizin. Alhasil, tak hanya ada persoalan dugaan penggelapan aset daerah yang dilakukan Dinas PUPR Cianjur saja, namun izin penebangannya pun tak ditempuh.

Dugaan tersebut muncul ketika tim Pelita Baru mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) belum lama ini. Menurut salah seorang pegawai di bagian administrasi DLH, permohonan penebangan pohon untuk beberapa titik belum diterima.

“Memang di Jalan Aria Cikondang ada penebangan pohon? Kayaknya suratnya belum ada masuk ke sini. Saya lupa lagi yang belum masuk permohonannya yang mana dan yang sudah yang mana. Kalau mau detailnya nanti coba ke Pak Kadis atau Pak Didi (Penyuluh Lingkungan Hidup),” ujar Pegawai DLH Bagian Administrasi, Yetni kepada beritacianjur.com, belum lama ini.

Sementara itu, Penyuluh Lingkungan Hidup DLH, Dudi Gumilar menegaskan, pihak yang berhak mengeluarkan izin adalah Kepala DLH. Pihaknya mengaku hanya melaksanakan survei penilaian pemeriksaan pertimbangan teknis.

Dudi juga menerangkan, DLH hanya mengeluarkan izin setelah ada pertimbangan teknis, pemeriksaan dan penilaian di lapangan. “Izin dikeluarkan setelah ada kesanggupan pengganti tanaman,” tuturnya.

Terkait aturan penebangan pohon, Dudi menjelaskan, penebangan bisa dilakukan setelah pemohon melakukan permohonan dengan melengkapi persyaratan seperti foto lokasi, visualisasi atau persyaratan lain yang dibutuhkan.

“Setelah itu, baru survei lokasi, dinilai dan diperiksa pertimbangan teknis, lalu dibuat berita acara hasil pemeriksaan lapangan. Setelah ok semua, harus ada kesanggupan dipenuhi berdasarkan Perbup 71 2018, yakni tanaman pengganti. Setelah dipenuhi lalu diserahterimakan,” pungkasnya.

Berdasarkan pantau di lapangan, 127 pohon yang ditebang berasal dari 6 ruas jalan, yaitu di Jalan Abdulah bin Nuh (41 pohon), Jalan Siliwangi (9 pohon), Jalan Siti Jenab (14 pohon), Jalan  Otista II (12 pohon), jalan Aria Cikondang (47 pohon), Jalan Gatot Mangkupraja (4 pohon). 

Sebagian besar pohon saat ini sudah ditebang, dan yang tersisa hanya berupa akar dan tunggul pohon. Beberapa pohon lainnya yang merupakan bekas potong masih dibiarkan tergeletak di pinggir jalan.

Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 71 Tahun 2018 tentang Izin Penebangan Pohon Tepi Jalan, setiap penebangan pohon tepi jalan harus mengantongi izin dari Bupati seperti bunyi Pasal 2 ayat (1) yang mengatakan, setiap kegiatan penebangan pohon wajib memiliki izin yang diterbitkan oleh Bupati.

Sedangkan pada Pasal 5, Bupati mendelegasikan pelaksanaan pemberian izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Untuk pelaksanaan penebangan dan pengelolaan hasil tebangan pohon, Bupati menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas PUPR seperti yang diatur dalam Pasal 9 Ayat (1) yang berbunyi, dalam hal izin diberikan atas dasar kondisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a, huruf b, dan huruf c penebangan dilakukan oleh Dinas PUPR.

Dan dalam Pasal 10 yang menyebutkan Kayu, dahan dan ranting hasil tebangan disimpan dan dikelola oleh Dinas PUPR sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan melihat aturan  Perbup Nomor 71 tahun 2018 tersebut, maka setiap kegiatan penebangan pohon tepi jalan haruslah mengantongi ijin dari Dinas Lingkungan Hidup, termasuk penebangan terhadap 127 pohon yang ada di 6 ruas jalan di Kota Cianjur.(gie/wan/jam/ar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Timeline