BERITACIANJUR.COM – Memasuki musim hujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur mewaspadai risiko peningkatan perindukan nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD.
Kepala Dinkes Cianjur, Made Setiawan, mengatakan pihaknya tengah meningkatkan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN), seperti mengubur, menutup, serta menguras tempat penyimpanan air saat memasuki musim hujan.
“Karena DBD penularannya lewat nyamuk sehingga tentunya pasti ada sumber-sumber kemunculannya. Terkadang kita tak sadar, jentik nyamuk dapat berkembang biak juga di pot bunga yang terdapat airnya,” ujarnya, Selasa (13/10/2026).
Penularan penyakit DBD yang ditularkan melalui nyamuk, sambung dia, dapat juga dicegah dengan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan pola hidup yang sehat.
“Kita juga terus melakukan penguatan kegiatan tersebut dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tetap menjaga pola hidup sehat dan menjaga asupan makanan,” imbuhnya.
Selain itu, ia juga menegaskan, untuk mencegah penyebaran penyakit DBD masyarakat juga harus rutin mengganti tempat penyimpanan air yang sering digunakan untuk Mandi Cuci Kakus (MCK), atau di tempat lainnya yang kerap menjadi sumber berkembang biaknya nyamuk.
“Selain di sumber air, jika kita peka nyamuk juga dapat berkembang biak di lingkungan rumah seperti gantungan baju yang menumpuk,” paparnya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar waspada terhadap penyakit DBD, dan apabila terdapat masyarakat yang mengalami gejala DBD untuk langsung melakukan pengecekan ke tempat pelayanan kesehatan terdekat.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penyakit DBD ini, apalagi saat memasuki musim hujan. Jika ada warga yang mulai merasakan gejala DBD lebih baik langsung periksa ke pelayanan kesehatan agar langsung bisa ditangani dengan baik dan benar,” pungkasnya.(gil)







