oleh

Saat Jadwal Pelantikan Bupati Terpilih Belum Jelas, Sejumlah Kasus yang Dikaitkan dengan Plt Bupati Cianjur Diungkap

BERITACIANJUR.COM – ANTARA pelantikan Bupati terpilih Cianjur dan sejumlah dugaan kasus korupsi yang diduga kuat melibatkan Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman. Itulah dua hal yang saat ini tengah menjadi sorotan sejumlah kalangan.

Seperti diketahui, hingga saat ini, jadwal pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Cianjur hasil Pilkada serentak 2020 tak kunjung ada kejelasannya. Hal tersebut memunculkan tanda tanya besar. Apakah akan dilantik sesuai akhir masa jabatan Plt Bupati Cianjur pada 18 Mei mendatang, atau akan ada lagi penundaan pelantikan dengan sejumlah alasan?

Di sisi lain, publik pun dikagetkan dengan adanya nama Plt Bupati Cianjur yang disebutkan pada dua kasus korupsi di daerah lain, yakni pada dugaan kasus suap dana bantuan provinsi (banprov) Indramayu dan disebut juga oleh oknum yang diduga penyidik KPK yang hendak memeras terdakwa pada kasus korupsi RTH Kota Bandung.

Terkait jadwal pelantikan yang belum jelas, Koordinator Komunitas Masyarakat Anti Korupsi (Kompas), Asep Toha mengatakan, publik perlu menunggunya hingga 18 Mei 2020 mendatang. Jika pada saat itu masih belum juga dilakukan pelantikan, sambung dia, maka diduga kuat ada sesuatu yang tidak benar atau terdapat kasus yang menyebabkan harus menunda pelantikan tersebut.

“Selain itu, tertundanya pelantikan bisa juga karena kurang cerdasnya KPU dalam melakukan koordinasi atau komunikasi dengan pemerintah pusat atau sejumlah pihak lainnya,” ujar pria yang karib disapa Asto saat dihubungi beritacianjur.com, Minggu (9/5/2021).

Terkait sejumlah kasus yang saat ini dikaitkan dengan Plt Bupati Cianjur, Asto menegaskan, jika indikasi pelanggarannya menguat, maka ia berharap pihak yudikatif serius untuk memprosesnya, baik sebelum maupun setelah dilantik.

Tak hanya itu, Asto juga menyoroti masa transisi yang cukup lama. Saat Herman terpilih, sambung dia, posisinya masih pelaksana tugas (plt). Menurutnya, ketika dari masa pemilihan hingga pelantikan terdapat waktu yang leluasa atau cukup lama, seharusnya pemerintahan melakukan transisi alias bisa menunjukkan apa yang harus dibenahi saat nantinya definitif dinakhodai Herman Suherman-Tb Mulyana Syahrudin

Baca Juga  Hampir Sebulan Cuaca Ekstrim, Ratusan Nelayan Jayanti Berhenti Melaut

“Kita tidak melihat itu, tidak melihat ada gerakan yang nyata. Ingat, janji-janji politik itu harus diperlihatkan bahkan direalisasikan. Kita menjadi pesimis kepemimpinan Herman Suherman bisa menjadijkan Cianjur bisa ada lompatan perbaikan dari yang terbuncit ke arah yang lebih baik,” ucapnya.

Sementara itu, di saat jadwal pelantikan Bupati terpilih Cianjur belum jelas, Direktur Pusat Kajian Kebijakan Publik, Cianjur Riset Center (CRC), Anton Ramadhan mengingatkan masyarakat terkait sejumlah kasus yang diduga kuat melibatkan Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman.

Selain namanya disebut pada kasus korupsi di Indramayu dan Kota Bandung, sambung Anton, Herman juga diduga kuat terlibat dalam dugaan kasus korupsi APBD Cianjur 2019 senilai Rp1,2 T, kasus pengadaan lahan Kantor Kecamatan Cugenang, serta kasus Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) atau dugaan gratifikasi fasilitas haji.

“Sambil menunggu kepastian jadwal pelantikan yang tak kunjung adanya kejelasan, kita tak boleh lupa dengan sejumlah kasus yang makin menguat. Aparat penegak hukum harus segera bisa mengusut tuntas semua kasus yang diduga kuat melibatkan Plt Bupati Cianjur,” pungkasnya.(gie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *