BERITACIANJUR.COM – Video sejoli laki-laki dan perempuan berseragam SMK di Cianjur mendadak viral usai aksi mesra-mesraan keduanya di sebuah gubuk tersebar di jagat maya.
Dalam video berdurasi 19 detik tersebut terlihat jelas seragam olahraga yang dikenakan perempuan bertuliskan SMKN 1 Cidaun. Ia pun nampak nyaman bersandar pada seorang laki-laki berkaos abu-abu.
Tak mau kalah, laki-laki tersebut pun mengelus mesra pipi si perempuan bahkan lengannya tampak menyentuh bagian dadanya.
Aksi keduanya pun sontak mendapat banyak respon negatif dari warganet dan menyayangkan tindakan mereka. Bahkan, ada juga yang langsung menandai akun resmi sekolah untuk melaporkan video tersebut.
“Kelakuan anak sekolah sekarang kayak gini, padahal masih status pelajar,” tulis akun @bu****w dalam kolom komentar.
Tanggapan SMKN 1 Cidaun
Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Program Jurusan APHP SMK Negeri 1 Cidaun, Asep pun angkat bicara.
Menurutnya, perempuan dalam video tersebut memang sempat bersekolah di SMKN 1 Cidaun pada 2022 lalu. Namun saat kelas X, perempuan tersebut pindah ke SMK di Garut.
“Dulu memang sempat sekolah di sini, siswa dari jurusan APHP. Tapi pindah sekolah ke Garut,” ujar Asep saat dikonfirmasi wartawan, Senin (21/9/2026).
Ia juga menjelaskan, siswi tersebut sudah lulus sekolah pada pertengahan 2026 lalu. Kemudian ia menikah dengan pemuda yang ada dalam video tersebut.
“Dia sudah lulus dari sekolah SMK di Garut. Kemudian menikah. Jadi saat membuat video itu keduanya memang sudah menikah, sudah suami istri statusnya,” paparnya.
Selain itu, lanjut Asep, video viral tersebut dibuat setelah mereka menggarap kebun.
“Saya sudah konfirmasi ke pihak perempuan dalam video tersebut. Mereka sudah berkebun, kemudian istirahat dan bermesraan sebagai pengantin baru,” terangnya.
Asep menyebut, pihak sekolah dalam waktu dekat berencana akan mendatangi rumah sejoli tersebut di Garut untuk bersilaturahmi.
“Kami akan datang ke rumahnya di Cisewu Garut. Sekadar untuk silaturahmi dan menjelaskan terkait video yang beredar. Karena dampaknya jadi seolah siswa kami melakukan tindakan yang di luar normal, padahal mereka berdua sudah bukan murid dan sudah menikah,” bebernya.
“Kami harap warganet lebih bijak dan mencari tahu kebenaran sebelum menyebarkan atau berkomentar,” tandasnya.(gap)







