oleh

Sepulang dari Bali, Pejabat Pemkab Belum Kunjungi Korban Banjir

Belum Ada Penanganan, Warga Kampung Pelangi Khawatir Rumahnya Terendam Lagi

Beritacianjur.com – SETELAH Minggu (27/10/2019) lalu dilanda banjir setinggi dada orang dewasa, kini warga Kampung Pelangi RT 02 RW 011 Kelurahan Sayang Kecamatan Cianjur, merasa was-was hujan deras mengguyur lagi dan banjir kembali melanda.

Salah seorang warga Kampung Pelangi, Cece Wahyudin mengatakan, karena pasca-banjir belum ada penanganan sama sekali, ia yakin jika hujan deras mengguyur lagi, maka banjir pun tak bisa dihindari.

“Sampai hari ini, lurah, dinas apalagi Plt Bupati Cianjur belum ada yang cek ke sini. Kami kecewa, karena tidak ada perhatian sama sekali. Jangankan bantuan, datang mengunjungi juga tidak,” ujarnya kepada beritacianjur.com, Rabu (30/10/2019).

Sementara itu, Lurah Sayang Syahdan Firmansyah mengatakan, saat kejadian pihaknya sudah memberitahukan kepada pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur. Bahkan pihak Kecamatan Cianjur pun sudah memberikan laporan kepada Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman.

“Katanya, BPBD secara bertahap sudah memberikan bantuan berupa selimut, pakaian dan lain-lain. Tapi baru Kampung Baru dan itu juga belum semuanya. Mungkin Kampung Pelangi memang belum. Selain Kampung Baru, katanya lagi konsen juga di Limbangansari,” katanya.

Ia berharap ke depannya semua korban banjir bisa diakomodir, termasuk dalam hal penataan Sungai Cikukulu.

Diberitakan sebelumnya, pasca-bencana banjir, Pak Plt Bupati malah asyik di Bali. Beda saat kampanye dulu yang memohon dan berkata manis. Jangan hanya datang di saat butuhnya saja. Itulah yang diungkapkan Tokoh Masyarakat Kampung Pelangi RT 02 RW 011 Kelurahan Sayang Kecamatan Cianjur, Yaya Suryana, kepada beritacianjur.com, Minggu (27/10/2019).

Sabtu (26/10/2019) lalu, Kampung Pelangi dilanda banjir setinggi dada orang dewasa. Saat ini, sejumlah warga Kampung Pelangi pun resah jika hujan deras mengguyur lagi karena khawatir terjadi banjir lagi.

Yaya mengatakan, sebelum terjadinya banjir, warga pernah mengusulkan bantuan peninggian tembok penahan air yang berada dekat dengan pemukiman warga. Namun hingga terjadinya banjir, tak ada bantuan datang.

“Saat mengusulkan peninggian tembok penahan air, mereka (Pemkab Cianjur) pernah bilang akan melihat penyesuaian volume air dulu. Kami tidak butuh itu, buktinya sampai saat ini bantuan tidak datang juga. Kami sangat kecewa,“ ungkapnya.

Jangan menunggu adanya korban dulu, sambung Yaya, warga sangat berharap Pemkab Cianjur segera merealisasikan usulan warga. “Selain Pemkab ataupun Plt Bupati, Pak Lurahnya juga kurang peduli terhadap masyarakat sehingga acuh saja meskipun terjadi banjir,“ ucapnya.

Warga memang wajar merasa kecewa terhadap kurang responnya Pemkab Cianjur. Apalagi, lokasi Kampung Pelangi berada tak jauh dari pusat Pemerintahan Kabupaten Cianjur.

Salah satu korban banjir, Aidi Mulya (44) mengatakan, bencana banjir Sabtu lalu merupakan banjir terparah dari tiga kali bencana banjir yang melanda Kampung Pelangi. Ia mengaku tak ada satupun dari pihak Pemkab Cianjur yang datang ke lokasi kejadian.

“Air yang masuk ke rumah saya itu mencapai dada saya. Airnya mengalir deras karena dekat dengan Sungai Cikukulu. Bahkan ikan gurame milik saya sebanyak 200 ekor kini hanya tersisa 3 ekor saja,“ katanya.

“Rumah Pak RW juga terkena banjir. Itu disebabkan karena aliran deket gapura yang dulunya ada dua cabang kini menjadi satu, sehingga air cepat naik ke pemukiman warga,“ pungkasnya.

Berdasarkan informasi, Plt Bupati Cianjur pergi ke Bali bersama 55 orang lainnya yang terdiri dari 6 Badan, 16 Dinas, 32 Camat dan Sekretaris Dewan. Kegiatan kunjungan kerja (kunker) ke pemerintah Kabupaten Badung, Bali tersebut menghabiskan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Cianjur di Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Tahun Anggaran 2019, sebesar Rp300 juta.

Herman bersama pejabat bertolak dari Kota Tatar Santri pada Jumat (25/10/2019) dini hari sekitar pukul 01.00 Wib. Mereka berangkat dengan menggunakan dua armada bus menuju bandara.

Menanggapi kunker ke Bali yang diikuti puluhan pejabat tersebut, Cianjur People Movement (Cepot) Ahmad Anwar mengaku janggal. Apalagi dilakukan bukan di hari kerja.

“Aneh, katanya kunjungan kerja, tapi dilakukan menjelang weekend. Kalau perginya weekend, bilang aja mau liburan. Apalagi yang berangkatnya rombongan. Ingat, itu uang rakyat, ada korban banjir yang lebih memerlukannya. Setelah mereka pulang dari Bali, harus dipertanyakan kejelasannya,“ pungkasnya.(wan/gie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Timeline