Rayakan HUT ke-174, Kebun Raya Cibodas Revitalisasi Taman Lumut dan Tanam Pohon Langka

BERITACIANJUR.COM – Rayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-174, Kebun Raya Cibodas (KRC) melakukan revitalisasi taman lumut hingga penanaman spesialis pohon langka, Senin (13/4/2026).

Momen tersebut merupakan bagian dari upaya pihak Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang bekerja sama dengan PT Mitra Natura Raya (MNR), dalam rangka memperkuat peran KRC sebagai pusat konservasi dan edukasi tanaman serta wisata alam unggulan di Indonesia.

Acara bertajuk ‘Harmoni Alam untuk Masa Depan: 174 Tahun Kebun Raya Cibodas, Sinergi untuk Keanekaragaman Hayati’ tersebut digelar sejak Sabtu (11/4/2026) dengan menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari bazar tanaman hias, donor darah, kelas edukasi, tour de kebun, hingga pertunjukkan seni budaya.

Managing Director PT MNR, Marga Anggrianto mengatakan, revitalisasi taman lumut merupakan langkah untuk menunjang kegiatan pembelajaran berbasis alam, terutama sebagai infrastruktur edukasi khususnya bagi para generasi muda.

“Kami melihat ada taman lumut yang perlu renovasi, akhirnya kami melakukan renovasi Taman Lumut tersebut. Kami mengundang BRIN untuk melakukan peresmian bersama sebagai wujud nyata perawatan infrastruktur Kebun Raya yang tujuannya untuk konservasi dan edukasi,” ujar Marga.

Sebagai bagian dari fungsi edukasi, lanjutnya, HUT ke-174 KRC kali ini juga menghadirkan talkshow yang mempertemukan peneliti BRIN dengan siswa SMP lokal di Cianjur. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga biodiversitas dapat meningkat.

“Untuk fungsi edukasi kan kami ingin pengunjung terutama anak muda, anak SMP datang kan nyaman. Di situ kan kita akan membuka pintu edukasi,” tuturnya.

Ia menuturkan, selain merevitalisasi taman lumut, pada momen yang bersamaan, pihaknya juga telah melakukan kegiatan penanaman pohon Castanopsis.

“Tanaman ini merupakan jenis tanaman langka yang masuk dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN), atau termasuk jenis tanaman yang terancam punah,” terangnya.

 

KRC Memiliki 12.945 Koleksi Tanaman

 

Direktur Pengelolaan Koleksi Ilmiah BRIN, Dr Sasa Sofyan Munawar memaparkan, KRC berperan sebagai lokasi konservasi eksitu atau jenis tanaman yang berada di luar habitat asli.

“Saat ini, tercatat sebanyak 12.945 koleksi tumbuhan di KRC yang dikumpulkan dari berbagai hutan alam selama 160 tahun terakhir,” ungkapnya.

“Sekarang ini banyak sekali yang dulu dieksplor dari hutan alam, di hutan alamnya sudah tidak ada. Maka tertinggalnya itu ada di kebun raya. Ini perlindungan terakhir untuk tanaman-tanaman yang endangered,” pungkasnya.(gil/gap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *