Waduh! 543 Kasus DBD Terjadi di Cianjur hingga April 2024, 7 di Antaranya Meninggal Dunia

BERITACIANJUR.COM – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Cianjur terus melonjak dibandingkan tahun lalu. Tercatat, hingga April 2024 sudah ada 543 kasus dan 7 orang di antaranya meninggal.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Frida Layla Yahya mengatakan, angka tersebut naik 150 persen dari tahun lalu, di mana dengan periode yang sama pada 2023 hanya ada 202 kasus.

“Untuk korban meninggal, tahun lalu selama periode Januari sampai April ada 1 orang. Tetapi tahun ini sampai 7 orang yang meninggal karena DBD,” ujar Frida, Sabtu (27/4/2024).

Dari 32 kecamatan di Cianjur, lanjutnya, ada 4 kecamatan yang paling tinggi kasusnya yang disebabkan nyamuk Aides Aigepty tersebut.

“Yang paling banyak temuan kasus di Kecamatan Cianjur, Cilaku, Karangtengah, dan Cipanas,” sebutnya.

Menurutnya, Dinkes Cianjur sudah menetapkan status waspada terkait DBD. Bahkan beberapa hari lalu dikeluarkan surat edaran untuk memberantas sarang nyamuk.

“Edarannya sudah keluar, jadi yang terpenting juga ialah bagaimana memberantas sarang nyamuk. Sehingga tidak berkembangbiak, sehingga bisa mencegah kasus DBD,” paparnya.

Ia menegaskan, harus ada keterlibatan semua pihak agar pemberantasan DBD dapat dilakukan secara menyeluruh.

“Perlu ada kepedulian semua pihak, karena kalau dari dinas saja akan sulit. Makanya kita ajak masyarakat juga ikut terlibat melalui gerakan memberantas sarang nyamuk tersebut,” tutupnya.(gap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *