BERITACIANJUR.COM – Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menyebutkan kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Cianjur, menghanguskan lahan seluas 20 hektar.
“Laporan sementara yang kami terima, luas lahan yang terbakar kurang lebih sekitar 20 hektar,” ujarnya saat ditemui di Pendopo Cianjur, Senin (10/8/2026).
Terkait penyebab kebakaran, Wahyu mengaku masih belum bisa memastikan dan perlu dilakukan pendalaman.
“Kami akan melakukan pendalaman terlebih dahulu karena ada berbagai informasi, apakah itu faktor alam atau faktor manusia,” sebutnya.
Ia menegaskan, jika dari hasil pemadaman ditemukan adanya kerugian yang disebabkan karena faktor manusia, pemerintah akan menindaklanjutinya sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, hingga Senin (10/8/2026) siang, sejumlah titik api masih terlihat di sekitar lokasi kebakaran, yakni di area Kawah Kadon.
“Puluhan relawan dan petugas Balai Besar TNGGP masih berusaha melakukan pemadaman dan pendinginan. Jadi pada Minggu (9/8/2026) ada muncul 10 titik api dan pemadaman langsung dilakukan. Hari ini, ada sekitar empat titik api lagi,” ungkapnya.
Tak hanya relawan dan petugas BBTNGGP, sambung dia, petugas dari TNI dan Polri juga turut membantu melakukan pemadaman.
Sementara itu, sejak TNGGP dilanda kebakaran dan dilakukan penanganan, Balai Besar TNGGP menutup sementara aktivitas pendakian.
Humas BBTNGGP, Agus Deni mengatakan, pemberlakuan penutupan pendakian tersebut tertera dalam surat edaran nomor SE 18 Tahun 2026, yang memuat pemberitahuan penutupan kegiatan pendakian pada semua pintu masuk dalam jangka waktu yang ditetapkan.
“Penerbitan surat edaran ini dimaksudkan untuk memberlakukan penutupan kegiatan pendakian TNGGP, sejak 7 Agustus sampai 11 Agustus 2026,” ujar Agus saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, tujuan dari penutupan aktivitas pendakian tersebut untuk menjamin keselamatan pendaki, pengunjung wisata, masyarakat dan penggiat alam bebas, serta mengefektifkan selama proses penanganan kebakaran.
“Agar mempercepat proses penanganan kebakaran, kebijakan ini berlaku di seluruh jalur pendakian di kawasan TNGGP,” imbuhnya.
Untuk proses pengajuan refund, sambung dia, calon pendaki yang sudah melakukan pemesanan pendakian pada waktu penutupan, pihaknya akan mengirimkan link pengajuan refund melalui Whatsapp resmi BBTNGGP kepada ketua kelompok saat melakukan pendaftaran.
“Untuk serluruh pengajuan refund akan diproses. Seluruh kebijakan ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi seluruh calon pendaki, pengunjung wisata, serta masyarakat di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango,” tuturnya.
Agus mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pendakian ilegal dan memasuki kawasan taman nasional hingga kondisi dinyatakan aman.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran lahan yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Cianjur, semakin meluas, Minggu (9/8/2026).
Setelah sebelumnya terjadi kebakaran di dua titik berbeda, yakni pada Kamis (6/8/2026) dan Jumat (7/8/2026), kini 10 titik api baru muncul di area Kawah Wadon.
“Api kembali berkobar. Kami mendeteksi sedikitnya ada 10 titip api baru yang terlihat,” ujar Relawan Basecamp Gunung Gede Pangrango, Hermansyah.
Untuk terus melakukan berbagai upaya pemadaman dengan menggunakan alat seadanya, ia menyebutkan sebanyak 40 personel dikerahkan ke lokasi.
Selain medan yang terjal, sambung dia, keberadaan sumber air di sekitar lokasi yang sulit didapatkan menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.
“Terdapat sekitar 40 personel gabungan yang sejak hari kemarin hingga saat ini stay di sekitar lokasi kebakaran. Personel gabungan masih melakukan upaya pemadaman dengan menggunakan alat seadanya,” katanya.(zal/gil)









