76 Warga di Cugenang Keracunan Usai Santap Konsumsi Acara Perpisahan Sekolah

BERITACIANJUR.COM – Diduga usai menyantap sate maranggi dari pedagang keliling, sebanyak 76 warga di Kampung Pasir Malang RT 04/03, Desa Galudra, Kecamatan Cugenang, Cianjur mengalami keracunan massal. Tiga orang di antaranya harus dirujuk ke RSUD Cimacan.

Kepala Puskesmas Cijedil, Annisa Pristiani mengatakan, keracunan massal terjadi ketika puluhan warga menyantap hidangan sate maranggi keliling, yang disuguhkan di acara perpisahan sekolah di Yayasan RA-MI Usmaniyah.

“Iya itu kejadiannya Selasa (21/1/2025), jadi kegiatan perpisahan itu penyelenggaranya menyuguhkan makanan sate maranggi keliling dan disantap oleh warga yang menghadiri acara tersebut,” ujar Annisa saat dihubungi beritacianjur.com, Kamis (23/1/2025).

Laporan awal tepatnya di hari pertama, sambung dia, warga yang mengeluhkan gejala keracunan sebanyak 40 orang, namun di hari kedua korban bertambah menjadi 76 orang.

“Awalnya kan para warga menyantap makanan itu pukul 22.00 Wib, nah sebagian di hari pertama ada 40 orang yang mengeluh pusing, mual hingga besoknya korban dengan keluhan yang sama bertambah,” jelasnya.

Menurutnya, sebanyak 73 korban dirawat oleh pihak bidan desa, namun 3 orang di antaranya terpaksa harus dirujuk ke RSUD Cimacan lantaran kondisi kesehatan yang semakin parah.

“Tiga orang yang terpaksa dirujuk itu karena gejalanya tidak hanya mual dan pusing, melainkan terasa sesak nafas sehingga harus dirawat di RSUD Cimacan. Sisanya pihak bidan desa datang ke rumah-rumah korban untuk dilakukan pemeriksaan secara medis, dan di rawat di rumah masing-masing korban,” bebernya.

Annisa mengungkapkan, makanan yang disuguhkan di dalam acara tersebut antara lain sate maranggi, ketan dan bumbu kacang. Menu tersebut disantap oleh puluhan warga yang hadir pada acara tersebut.

“Beberapa korban mengaku merasakan gejala keracunan setelah menyantap makanan di acara perpisahan itu,” ungkapnya.

Guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut, sambung dia, kini sampel makanan yang dihidangkan di dalam acara itu sudah dikirim ke pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur untuk diperiksa kandungannya.

“Untuk memastikan penyebab pasti keracunan tersebut, kami sudah mengirimkan sampel makanannya ke Dinkes Cianjur dan kini kami masih menunggu hasilnya,” sebutnya.

Ia menyebutkan, hingga saat ini tidak ada laporan bertambahnya korban, namun pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap para korban, karena hingga saat ini para korban belum dinyatakan pulih total.

“Alhamdulillah tidak ada lagi korban yang bertambah hingga informasi terkini, namun kami masih melakukan monitoring ke lokasi desa untuk melakukan perawatan,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Cugenang Kompol Tedi Setiadi membenarkan kejadian keracunan massal yang melibatkan puluhan warga tersebut. Saat kejadian pun pihaknya langsung mengerahkan petugas untuk melakukan pemantauan.

“Iya keracunan massal dialami oleh puluhan warga Kampung Pasir Malang Cugenang, namun awalnya informasi yang diterima ada 40 orang, dan perkembangannya katanya korbannya bertambah, dan kini sedang ditangani tim kesehatan Puskesmas Cijedil,” ucapnya.

Ia menambahkan, untuk informasi terbaru penanganan keracunan massal tersebut kondisinya sudah mulai membaik. “Kini sebagian besar korbannya sudah pulih dan dalam pengawasan monitoring oleh Puskesmas Cijedil dan Dinkes Cianjur,” pungkasnya.(gil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *