BERITACIANJUR.COM – Belasan rumah warga di Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya, Cianjur, yang rusak diterjang longsor direncanakan untuk segera direlokasi.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian. Namun ia mengaku bakal terlebih dahulu melakukan kajian terkait kondisi geografis di titik terdampak longsor di Kecamatan Campakamulya.
“Pada Selasa (3/2/2026) ada bencana longsor di sejumlah titik. Selain ada rumah warga yang rusak, ada juga akses jalan yang tertimbun. Pemkab Cianjur akan melakukan kajian kondisi tanah di sana,“ ujarnya, Rabu (4/2/2026).
Kondisi terkini, Wahyu menyebutkan, upaya pembersihan material longsor yang menutup akses jalan ke beberapa desa dengan menggunakan alat berat masih dilakukan.
“Kita akan segera melakukan kajian. Soal kondisi di lokasi, dari kemarin (3/2/2026) alat berat sudah diturunkan ke lokasi. Kami utamakan akses jalan untuk mobilisasi bantuan.
Wahyu menegaskan, jika hasil kajian menunjukkan kondisi tanah yang terdampak longsor dinilai rawan, maka pihaknya akan segera merelokasi.
“Relokasi dilakukan agar warga yang tinggal di lokasi rawan longsir tidak lagi berisiko menjadi korban bencana di kemudian hari. Upaya tersebut demi keselamatan masyarakat,“ tegasnya.
Selain kajian terkait rencana relokasi, Wahyu juga mengaku akan mengkaji penyebab terjadinya longsor di sejumlah titik di Kecamatan Campakamulya.
“Dari bencana longsor di Campakamulya, kita akan kaji apakah disebabkan karena tanahnya labil atau ada faktor lain seperti alam yang gundul atau rusak. Dengan begitu, kita upayakan sekaligus memperbaiki alam,“ pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, belasan rumah warga di Kecamatan Campakamulya, Cianjur, rusak diterjang tanah longsor pada Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 14.00 Wib.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bencana longsor melanda enam titik di empat desa di Kecamatan Campakamulya, antara lain Desa Campakawarna, Campakamulya, Sukasirna, dan Cibanggala.
Tak hanya rumah warga, longsor juga menerjang masjid, pabrik penggilingan padi, serta akses jalan kabupaten.
Camat Campakamulya, Acep Sopiandi, memaparkan longsor di Desa Campakawarna melanda sebanyak 14 kampung yang menyebabkan 11 rumah warga rusak usai tertimbun material longsor, serta 3 rumah lainnya terancam.
“Longsor di Desa Campakawarna ini melanda 14 kampung, yaitu Kampung Neglasari, Cicadas, Tarentong, Cipamoyanan Hilir, Rawa Beureum, Tipar Kupa, Pari, Lembang, Batu Gede, Rawa Buluh, Puspa Gorowong, dan Tugu. Dari belasan rumah itu ada 14 rumah rusak dan yang terancam,” ujar Acep saat dihubungi beritacianjur.com.
Selain rumah yang terdampak, menurutnya, madrasah, masjid, pabrik penggilingan padi, hingga akses jalan kabupaten juga turut tertimbun longsor.
“Di Kampung Neglasari longsor menimbun madrasah, masjid, dan pabrik penggilingan padi. Sementara, di 3 kampung lainnya akses transportasi lumpuh total tidak bisa dilalui,” paparnya.(gil)










